"Tiga hal tentang perihal tugasnya Pak Anies kepada saya, kemarin seusai rapat pimpinan. Satu adalah memastikan 6 proyek yang di wilayah Jakarta yang menyebabkan kemacetan yang parah ini, dipantau dan di-man to man marking," papar Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).
"Jadi tugas pertama sekarang on going. Saya diberi tugas memimpin tim untuk memastikan ini (proyek) tidak akan tertunda terlalu lama," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tugas kedua Sandiaga yakni memastikan target opini WTP dari BPK tercapai. Menurutnya, tugas kedua ini bisa dibilang paling berat. Sebab, 4 tahun belakangan Pemprov DKI Jakarta belum mendapatkan opini WTP.
"Tugas kedua adalah ini yang maha berat nih karena WTP 4 tahun terakhir Jakarta tidak pernah WTP. Saya ditugaskan untuk memimpin proses ini. Stretch goal-nya adalah kami WTP di tahun 2017 ini. Luar biasa beratnya tapi ini tugas yang harus dipastikan, nanti berkerja sama dengan seluruh SKPD," ujar Sandiaga.
Tugas terakhir yang berikan Anies ke Sandiaga yakni memastikan persiapan Asian Games 2018 berjalan lancar. Khusus tugas terakhir ini, Sandiaga akan bekerja sama dengan Kadisorda DKI Jakarta Ratiyono.
"Asian Games sudah di depan mata, tinggal kurang dari 10 bulan lagi kita akan menyelenggarakan Asian Games. Ini perhelatan yang amat sangat krusial, amat sangat penting karena itu kemarin saya sudah panggil Kadispora," terang dia.
Sandiaga melanjutkan, selain memantau kesiapan venue sarana tranportasi penunjang Asian Games juga disorot. Ia berjanji akan all out memperisapkan sarana dan prasarana untuk Asian Games 2018.
"Mengenai persiapan-persiapannya dan ini kami akan juga all out. Tiap-tiap venue kami pastikan tidak akan tertunda. Juga kesiapan transportasi, lalu lintas dan infrastruktur yang berhubungan dengan akomodasi, juga yang berhubungan dengan mobilitas daripada atlet," papar Sandiaga. (aan/aan)










































