DetikNews
Selasa 24 Oktober 2017, 07:09 WIB

Rapat Dishub DKI - Tim Sinkronisasi Belum Bahas Rute TransJ Ekspres

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Rapat Dishub DKI - Tim Sinkronisasi Belum Bahas Rute TransJ Ekspres Foto: Ari Saputra
Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Dishub DKI) sore kemarin menggelar rapat dengan Tim Sinkronisasi Gubernur DKI Jakarta untuk membahas rute alternatif TransJakarta. Namun, pembahasan agenda tersebut rupanya masih ditunda.

"Belum bahas ke sana," kata Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah saat dihubungi detikcom, Senin (23/10/2017).

Dia kemudian menuturkan, yang dibahas dalam rapat itu adalah Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2018. KUA-PPAS 2018 tersebut sebelumnya memang dikembalikan oleh DPRD DKI Jakarta karena dianggap tak memuat program-program kerja Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno.

"Baru review KUA-PPAS 2018 saja," lanjutnya.

Andri kemudian menyampaikan pembahasan akan dilanjutkan besok (25/10). "Pembahasan akan dilanjutkan hari Rabu," terangnya.

Dishub DKI bersama Tim Sinkronisasi berencana mematangkan konsep dan mekanisme dari solusi transportasi massal. Sebab, belum ada kesepakatan antara keduanya terkait permasalahan transportasi di Ibu Kota.

Andri mengatakan Gubernur dan Wagub DKI, Anies-Sandi, sebelumnya telah menginventarisasi sejumlah pembangunan infrastruktur yang ada di Ibu Kota. Dishub DKI kemudian diminta melakukan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan.

"Sehingga sedikit-banyak bisa mengatasi kemacetan, tidak mengatasi keseluruhan. Karena memang faktanya pembangunan infrastruktur sudah barang tentu mengurangi ruas jalan existing. Walaupun nanti akhirnya akan menambah ruas jalan existing, seperti itu," katanya dalam kesempatan berbeda.

Andri menyebut rekayasa yang dilakukan bersifat tidak baku. Dishub DKI tetap mengikuti proses yang dilakukan Dinas Bina Marga.

"Nah kita sudah menginventarisasi nih, sebenarnya masih banyak juga kegiatan-kegiatan. Di sini ada pembangunan Mampang-Kuningan, Pancoran, Kartini, Bintaro, Matraman-Salemba, Cipinang-Mampang. Ini semua sebenarnya sudah kita rilis rekayasa seperti apa. Tapi memang rekayasa itu tidak baku. Tetap harus mengacu pada progres pembangunan yang telah dicapai," jelasnya.
(nif/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed