DetikNews
Senin 23 Oktober 2017, 22:55 WIB

Ini Poin-poin Dialog Kapolri dengan Aktivis Perempuan

Mei Amelia R - detikNews
Ini Poin-poin Dialog Kapolri dengan Aktivis Perempuan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berdialog dengan aktivis perempuan. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Sejumlah aktivis perempuan berdialog dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di rumah dinasnya. Dialog dilakukan untuk meluruskan pernyataan Tito dalam wawancara dengan media asing terkait korban pemerkosaan.

"Tadi Kapolri sudah memberikan penjelasan kepada para aktivis perempuan, dijelaskan duduk permasalahannya seperti apa dan sudah clear semua. Mereka memahami apa yang disampaikan oleh Pak Kapolri," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada detikcom, Senin (23/10/2017).

Dalam pertemuan tertutup itu, ada beberapa poin yang dibahas Kapolri bersama sejumlah pemerhati perempuan. Bahasan utama adalah menjelaskan pernyataan Kapolri dalam sebuah wawancara dengan BBC terkait wawancara verbal terhadap korban pemerkosaan.

"Selain membahas soal itu (pernyataan Kapolri dalam wawancara di BBC), dialog itu juga pada akhirnya menjadi ruang kerja sama Polri dengan para pemerhati perempuan. Di antaranya ada dukungan Komnas Perempuan yang mengajukan kerja sama untuk mengadvokasi korban pemerkosaan dan disetujui oleh Kapolri. Untuk kerja samanya disandingkan dengan Bareskrim Polri," papar Rikwanto.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berdialog dengan aktivis perempuanKapolri Jenderal Tito Karnavian saat berdialog dengan aktivis perempuan. (Foto: dok. Istimewa)

Para aktivis perempuan juga ingin agar personel Polri yang bertugas di mana pun agar membantu kesulitan dan kebingungan korban pemerkosaan yang akan melaporkan kejadian yang menimpanya.

Sementara itu, Unit PPA Polda diharapkan cepat paham dan lebih berempati lagi kepada korban pemerkosaan yang sedang trauma.

"Kemudian dari pemerhati perempuan juga meminta agar ada perhatian dan perlakuan khusus dari petugas kepada korban pemerkosaan, karena kadang masih bingung terhadap kejadian yang menimpanya," sambungnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berdialog dengan aktivis perempuanKapolri Jenderal Tito Karnavian saat berdialog dengan aktivis perempuan. (Foto: dok. Istimewa)


Di samping itu, petugas pemeriksaan memperhatikan kondisi psikologis korban pemerkosaan dan mengedepankan rasa empati selama pemeriksaan.

"Ada juga permintaan agar petugas yang menanyakan atau memeriksa korban pemerkosaan memperhatikan psikologi korban dan agar menunjukkan empati dengan menghindarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak perlu kepada korban," sambungnya.

Dalam dialog itu, para aktivis perempuan akhirnya memahami maksud pernyataan Kapolri tersebut. "Para aktivis perempuan mengatakan sudah mendengar langsung penjelasan Kapolri dengan detail dan mereka sudah paham bahwa apa yang dibuat di media online tidak benar. Kapolri juga menjelaskan tentang teknis pertanyaan kasus dugaan pemerkosaan," sambung Rikwanto.

Sementara itu, Kapolri menegaskan pernyataannya itu tidak bermaksud melecehkan perempuan. Kapolri justru sangat peduli terhadap perlindungan perempuan dan anak.

"Kapolri sangat peduli pada perlindungan perempuan dan anak. Unit khusus Polri sudah dibentuk dari Mabes sampai polsek, ribuan Polwan direkrut untuk menangani perlindungan perempuan dan anak. Ini bukti nyata atensi Kapolri terhadap perlindungan perempuan dan anak," tutur Rikwanto.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat berdialog dengan aktivis perempuanKapolri Jenderal Tito Karnavian saat berdialog dengan aktivis perempuan. (Foto: dok. Istimewa)


Silaturahmi dan dialog Kapolri bersama organisasi pemerhati isu perempuan dan gender ini diikuti oleh 18 organisasi pemerhati perempuan, di antaranya Derap Warapsari, Kongres Wanita Indonesia, LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan, termasuk komunitas kaum minoritas Arus Pelangi.

Istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Netty Prasetyani Ahmad Heryawan, yang juga anggota Maju Perempuan Indonesia, juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Kapolri dalam pertemuan didampingi Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Purwadi.




(mei/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed