Data yang diperoleh Dinas Dukcapil Kota Bekasi, ada 1,7 juta jiwa penduduk. 90 persennya di antaranya sudah memiliki e-KTP dan sisanya masih menggunakan surat keterangan (Suket).
"Kemarin kita kekurangan 112.000 blanko, tapi per hari ini sudah mulai didistribusikan lagi. Paling tidak akhir Desember selesai lah, (pencetakan e-KTP)," ujar Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Erwin Efendy dihubungi detikcom, Senin (23/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erwin mengatakan dengan adanya kesediaan blanko e-KTP dari Kemendagri. Pihaknya berkemampuan mencetak 3.000 e-KTP perhari.
"Sekarang yang punya suket tolong disampaikan ke Kecamatan-Kecamatan, nanti akan kami cetak sesuai nomor urut yang paling lama," ujarnya.
Erwin mengaku dalam pencetakan e-KTP tidak ada kesulitan. Meskipun mesin pencetakan e-KTP hanya ada di Dukcapil Kota Bekasi.
"Tidak ada kesulitan selama ada blankonya, meskipun antara data (perekaman e-KTP) dengan kesediaan blanko tidak berimbang," paparnya.
Erwin mengatakan sesuai instruksi Walikota Bekasi Rahmat Effendi, persoalan e-KTP harus segera tuntas. Lantaran 2018 nanti Bekasi akan menghadapi Pilwakot.
"Kita gunakan sistem jemput bola juga. Jadi e-KTP yang sudah dicetak akan diserahkan ke Camat untuk diberikan langsung ke warganya," pungkas Erwin. (ed/rvk)











































