Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif mengatakan, dalam momentum Hari Santri ini, para santri diimbau berperan serta dalam pencegahan dan antisipasi akan tumbuh kembangnya paham radikal di Kabupaten Tangerang.
"Santri harus saling memberikan informasi apabila ada seseorang, kelompok, atau organisasi yang menyebabkan paham radikalisme dan anti-Pancasila di Kabupaten Tangerang," ujar Sabilul dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (23/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Santri harus aktif mensosialisasikan penolakan terhadap paham radikalisme dan mengamanati Pancasila di Kabupaten Tangerang," tuturnya.
"Berpegang teguh pada akidah ajaran nilai dan tradisi Islam. Bertanah air satu tanah air Indonesia, berideologi negara satu, ideologi Pancasila, berkonstitusi satu, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika," demikian salah satu poin ikrar yang dibacakan oleh santri.
Sabilul berharap ikrar itu tidak sebatas ucapan semata. Ia berharap para santri mengamalkan apa yang sudah diikrarkan dalam momen peringatan Hari Santri tersebut.
Santri Agar Bersinergi
Sebagai orang yang lahir dari dunia pesantren, Sabilul paham betul karakteristik santri-santri. Sabilul juga memahami doktrin yang diterapkan dalam pesantren sebagai tempat para santri menimba ilmu.
"Pesantren memiliki doktrin istimewa, yaitu hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagian dari iman. Doktrin itu melekat sehingga tidak mengherankan bila dulu kaum santri mati-matian memperjuangkan kemerdekaan," jelas Sabilul.
Atas jasa kalangan pesantren, negara pun memberi apresiasi dengan menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri. "Sekali lagi, ini merupakan bukti bahwa agama dan negara bukanlah dua kutub yang berlawanan. Keduanya adalah kesatuan di bawah lindungan Tuhan," lanjut Sabilul.
Sabilul berharap momentum Hari Santri tidak hanya menjadi seremoni dan selebrasi semata, tapi juga menjadi momen untuk mempersatukan bangsa.
"Semoga momentum Hari Santri membuat segenap elemen bangsa makin bersinergi. Untuk bersama-sama mewujudkan negara yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur," ujarnya.
Santri di Tangerang Deklarasikan Antiradikalisme dan Setia NKRI (ist) |
Apel akbar tersebut digelar di Lapangan Maulana Yudhanegara, Pemkab Tangerang, pagi tadi. Kegiatan tersebut, selain dihadiri Sabulil, dihadiri Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Ketua MUI Kebupaten Tangerang KH Uwes Nawawi, dari Kemenag KH Uwes Syakurni, perwakilan pimpinan pondok pesantren, dan 5.000 santri.
Dalam kegiatan itu, Kapolres membagikan 1.000 kitab kuning kepada para santri. Tidak hanya itu, polisi juga mengenakan sarung dan peci yang telah menjadi simbol para santri. (mei/rvk)












































Santri di Tangerang Deklarasikan Antiradikalisme dan Setia NKRI (ist)