DetikNews
Senin 23 Oktober 2017, 12:58 WIB

AS Tolak Panglima TNI, Media Australia: Ini Bencana Diplomatik

Novi Christiastuti - detikNews
AS Tolak Panglima TNI, Media Australia: Ini Bencana Diplomatik Gatot Nurmantyo (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Canberra - Media-media asing ramai memberitakan penolakan Amerika Serikat (AS) terhadap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Media Australia menyoroti alasan misterius di balik penolakan AS.

[Gambas:Video 20detik]


Media Australia, ABC News, mengulas insiden ini dalam artikelnya berjudul 'Indonesian military chief General Gatot Nurmantyo denied entry to US'. Jenderal Gatot mendapat pemberitahuan tidak bisa masuk ke AS saat akan terbang dengan maskapai Emirates pada Sabtu (21/10) sore kemarin.

"Terjadi bencana diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia setelah Panglima Militer Indonesia dihentikan untuk masuk pesawat tujuan AS," tulis ABC News mengawali artikelnya, seperti dikutip detikcom pada Senin (23/10/2017).


Jenderal Gatot hendak pergi ke AS atas undangan Jenderal AS Joseph F Dunford Jr selaku Kepala Staf Gabungan Militer AS. Dia hendak menghadiri konferensi antiterorisme, Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) pada 23-24 Oktober di Washington DC.

Alasan penolakan itu tidak jelas. Baik Departemen Luar Negeri AS maupun Kedutaan Besar AS di Jakarta tidak mengungkapkan alasannya secara jelas. Hanya disebutkan bahwa penolakan oleh Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS ini didasari oleh situasi privasi.

"Tidak seperti pemimpin militer Indonesia lainnya, Jenderal Gatot tidak dituding terlibat pelanggaran HAM -- tidak ada alasan jelas untuk melarangnya pergi ke AS," tulis ABC News dalam artikelnya.


Menteri Luar Negeri RI Retno LP Marsudi menegaskan pemerintah AS harus segera mengklarifikasi soal penolakan Jenderal Gatot itu. Menlu Retno menegaskan klarifikasi itu penting bagi Indonesia.

Mencoba menelaah situasi, peneliti Lowy Institute, Aaron Connolly, mencurigai adanya 'kesalahan birokrasi' di balik insiden penolakan ini.

"Sejumlah pejabat militer AS diberitahu mereka tidak diizinkan masuk ke AS dan ditolak permohonan visanya, tapi tidak pernah ada situasi, sepanjang sepengetahuan saya, di mana seorang pejabat militer Indonesia yang telah mendapatkan visa valid untuk masuk ke Amerika Serikat, dan kemudian dilarang masuk saat akan naik pesawat," kata Connolly.

"Ini sungguh tidak biasa dan tampaknya bagi saya, penjelasan paling mungkin adalah terjadi kekacauan administratif yang mana Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai seharusnya memberitahu Emirates bahwa sang Jenderal diperbolehkan masuk pesawat dan mereka tidak melakukannya," imbuhnya.


Diketahui bahwa Jenderal Gatot telah mendapatkan visa untuk berkunjung ke AS. Tidak hanya itu, Jenderal Gatot sebelumnya juga pernah berkunjung ke AS dan tidak pernah ada masalah seperti ini.

ABC News juga menyebut bahwa Jenderal Gatot sangat mencurigai AS dan Australia. ABC News menyinggung insiden awal tahun ini, saat Jenderal Gatot mengkritik kehadiran Marinir AS di Darwin. Jenderal Gatot juga membuat kaget politikus dan pemimpin militer Australia saat dia menangguhkan kerja sama militer Indonesia dengan Australia beberapa waktu lalu, terkait dugaan adanya material ofensif di barak milik SAS di Perth.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed