DetikNews
Minggu 22 Oktober 2017, 19:00 WIB

AHY Bisa Menambah Suara Jokowi, Demokrat: Anything Possible

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
AHY Bisa Menambah Suara Jokowi, Demokrat: Anything Possible Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Instagram/@agusyudhoyono).
Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto menanggapi survei Roda Tiga Konsultan (RTK) terkait suara Joko Widodo (Jokowi) akan lebih tinggi jika disandingkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2019. Didik menyebut AHY merupakan representasi dari kaum muda.

"Saya melihat bahwa di sinilah sosok AHY bisa merepresentasikan semangat kepemudaan itu, semangat yang dibangun oleh para founding fathers untuk mengawal kodrat kemajemukan ini ke depan. Tidak lagi berbicara perbedaan dalam perspektif yang negatif tetapi kodrat kemajemukan yang inilah harus dibina untuk kebesaran bangsa ini," kata Didik usai rilis survei RTK di Jalan Lebak Bulus, Jaksel, Minggu (22/10/2017).

Didik menilai sosok AHY membawa angin segar bagi perpolitikan nasional. Putra pertama dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu juga dianggap memiliki jiwa kepemimpinan yang asli.


"Kami meyakini karena mas Agus mempunyai potret pemimpin muda yang visioner, yang sangat genuine dalam konteks bangsa ini," tuturnya.

Didik pun mengatakan tidak menutup kemungkinan jika AHY disandingkan dengan Jokowi atau Prabowo pada pesta demokrasi mendatang. Dalam politik semua kemungkinan menurutnya bisa saja terjadi.

"Ya, kalau kita bicara politik. Anything possible (apa saja mungkin), apapun kemungkinan itu akan terjadi. Namun tentu dalam perspektif itu seorang pemimpin, hadir bukan hanya dalam perspektif melihat kacamata kekuasaan. Ingin berkuasa, ingin memimpin, tapi tidak punya konsep gagasan, ide dan kebersamaan dengan publik di dalam mengelola negara ini," imbuh Didik.

Senada dengan Didik, Ketua DPP Demokrat bidang Komunikasi Demokrat Imelda Sari juga surprise nama AHY masuk dalam bursa cawapres. Menurutnya AHY bisa jadi ikon baru untuk Demokrat.

"Kami cukup surprise, karena nama AHY muncul dalam survei sebagai Calon Wakil Presiden yang termasuk yang diperhitungkan dan cukup tinggi elektabilitasnya jika dipasangkan dengan Jokowi maupun Prabowo. Artinya dari simulasi tersebut dipasangkan baik dengan Jokowi maupun Prabowo mampu mendongkrak Capres," ujar Imelda saat dihubungi terpisah.

"Intinya baik untuk Demokrat karena sebagai Partai tengah, kami punya ikon baru Mas Agus Yudhoyono yang juga cukup diterima publik. Meskipun kami sadar survei adalah potret dari kondisi masyarakat saat ini, mudah mudahan ke depan Partai Demokrat bisa meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya, sejalan dengan popularitas Mas AHY yang cukup tinggi saat ini," harapnya.

Direktur Riset RTK, Rikola Fedri, sebelumnya mengungkapkan suara Jokowi atau Prabowo relatif lebih tinggi jika disandingkan dengan AHY dibanding pasangan lain. AHY disebut berada di urutan teratas di survei cawapres. Ada juga nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.


"Kalau dilihat dari angka sejauh ini ya memang kalau Jokowi dengan AHY dia lebih tinggi dibandingkan dia misalnya dengan Puan, Gatot. Kemudian Prabowo pun kalau dipasangkan dengan AHY, angkanya juga lebih tinggi dibandingkan dengan Gatot atau Anies," kata Fedri di Jalan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2017).

Berikut ini simulasi capres-cawapres versi survei RTK:

-Jokowi-Puan 32,3%
Prabowo-Gatot 28,3%
Undecided 39,3%

-Jokowi-Puan 32,3%
Prabowo-AHY 29,0%
Undecided 38,8%

-Jokowi-Puan 32,4%
Prabowo-Anies 27,7%
Undecided 39,9%

- Jokowi-Gatot 34,5%
Prabowo-AHY 27,4%
Undecided 38,2%

-Jokowi-Gatot 34,9%
Prabowo-Anies 26,7%
Undecided 38,4%

- Jokowi-AHY 37,4%
Prabowo-Gatot 27,2%
Undecided 35,3%

-Jokowi-AHY 36,7%
Prabowo-Anies 26,2%
Undecided 37,1%
(knv/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed