"Jadi yang pertama, catatan tiga tahun Jokowi, yang pertama infrastruktur baik. Tapi soal masalah hukum masih merah ya. Terkait demokrasi juga masih merah, dan masalah ekonomi juga masih merah," kata Riza di Jalan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2017).
Riza memandang Perppu Ormas itu akan menimbulkan masalah baru. Sebab peraturan itu merupakan peraturan yang sangat substansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riza berharap pemerintah bisa merangkul seluruh elemen bangsa di sisa masa jabatannya. Setiap masyarakat, kata Riza, harus dilakukan pendekatan secara persuasif.
"Harusnya pemerintah dalam dua tahun ini membangun dengan cara bijak, cara persuasif, mengajak seluruh elemen bangsa dan ormas yang punya massa jutaan, bersinergi dengan pemerintah dalam rangka pembangunan. Bukan justru mengambil jarak apalagi mau bubarkan yang ditindaklanjuti dengan penangkapan dan hukuman 20 tahun bahkan seumur hidup, saya kira itu catatan kami yang penting," tuturnya.
Riza lantas berbicara soal elektabilitas Jokowi yang berada di bawah 50 persen. Menurutnya, angka itu sangat rawan bagi incumbent dan rentan disalip oleh para pesaingnya.
"Saya meyakini bahwa dengan elektabilitas pak Jokowi yang di bawah 50% sebagai incumbent, itu angka yang rawan. Bahkan saya menyebutnya sebagai angka merah. Karena waktu dua tahun, tidak cukup bagi incumbent dengan berbagai masalah berat, terkait ekonomi, politik, hukum dan demokrasi untuk memperbaiki," ucap Riza. (knv/ams)











































