DetikNews
Minggu 22 Oktober 2017, 14:04 WIB

Ini Lokasi Adu Bagong di Kabupaten Bandung yang Disorot Dunia

Wisma Putra - detikNews
Ini Lokasi Adu Bagong di Kabupaten Bandung yang Disorot Dunia Foto: Lokasi Adu Bagong di Kabupaten Bandung/Foto: Wisma Putra
Jakarta - Media asing menyoroti tradisi adu bagong (dugong) yang berada di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Sebetulnya lokasi dugong ini berada di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Tempat pertarungan hewan antara babi hutan (bagong) dan anjing ini berukuran sekitar 30x5 meter yang dikelilingi menggunakan pagar bambu dan ram kawat setinggi 3 meter.

Ini Lokasi Adu Bagong di Kabupaten Bandung yang Disorot DuniaFoto: Lokasi Adu Bagong di Kabupaten Bandung/Foto: Wisma Putra


Lokasinya berada di Kampung Cisindang, Desa Cikawao, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dapat ditempuh selama dua jam perjalanan dengan jarak sekitar 25 km dari pusat Kota Bandung via Buahbatu-Ciparay-Ciwalengke-Cikawao Majalaya.

Pantauan detikcom, Minggu (22/10/2017), tempat pertarungan dugong ini berada di tepi jalan desa yang dikelilingi rimbunnya pohon bambu. Sebelum pertandingan berlangsung, puluhan anjing dijajarkan di luar venue dugong. Ada yang menggunakan kandang dan ada juga yang diikat ke pohon bambu.

Ini Lokasi Adu Bagong di Kabupaten Bandung yang Disorot DuniaFoto: Lokasi Adu Bagong di Kabupaten Bandung/Foto: Wisma Putra


Salah satu pehobi dugong Deny (57) mengatakan arena dugong ini sudah ada sejak dua bulan lalu. Sebelumnya arena dugong ada di daerah Sindangpala, Kecamatan Ibun namun pindah karena arena sebelumnya sempit.

"Pindah ke sini, kalau yang sebelumnya sempit arenanya," kata Deny saat ditemui detikcom di lokasi dugong.

Deny mengungkapkan bagi peserta atau pemilik anjing yang ingin ikut mengadukan anjingnya dikenakan tarif Rp 50 ribu. Uang tersebut digunakan untuk membeli bagong yang dibeli panitia.

"Biasanya bagong tersebut dibeli dari pemburu di wilayah Garut dan sekitarnya. Kalau yang sekarang belinya Rp 3 juta di daerah Tasikmalaya," ungkapnya.

Bagi penonton yang ingin masuk ke arena digong dikenakan karcis Rp 10 ribu, karcis tersebut dikelola langsung oleh karangtaruna setempat.

Adu bagong ini dikritisi karena dianggap sebagai bentuk kekejaman nyata terhadap hewan.
(fjp/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed