Valina: Saya Tidak Terima Dana Taktis, Tapi Uang Kehormatan
Jumat, 27 Mei 2005 10:37 WIB
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tancap gas untuk membuktikan terjadi korupsi di tubuh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Anggota KPU Valina Singka Subekti tetap membantah menerima dana taktis KPU. Yang dia terima adalah uang kehormatan. Apa bedanya?Pengakuan itu disampaikan Valina kepada wartawan saat tiba di Gedung KPK, Jl. Veteran, Jakarta Pusat, sekitar pukul 08.55 WIB, Jumat (27/5/2005). Valina diperiksa KPK untuk kesekian kalinya. "Saya tidak terima dana taktis, tapi uang kehormatan, yang besarnya Rp 10,6 juta per bulan," kata perempuan berparas ayu yang selalu pakai kerudung ini.Dalam pemeriksaan hari ini, Valina mengaku akan diperiksa terkait perjalanan dinas ke luar negeri. Tapi, Valina belum sempat menjelaskan secara detil. Diduga yang dimaksud perjalanan dinas ke luar negeri adalah perjalanan ke India.Valina menjabat sebagai wakil ketua Panitia Pengadaan Tinta Pemilu 2004. Terkait dengan pengadaan tinta ini, Panitia Pengadaan Tinta sempat berkunjung ke India. Diduga kuat perjalanan ke India itu didanai oleh rekanan KPU.Tapi, Ketua Panitia Pengadaan Tinta Pemilu 2004 Rusadi Kantaprawira telah membantahnya. Dana kunjungan ke India untuk mengecek perusahaan pemasok tinta untuk Pemilu 2004 itu dibiayai KPU secara resmi.Selain Valina, hari ini KPK juga memeriksa kembali Dirut PT Wahgo Internasional Suresh Gobinram Vasmani. Pria keturunan India ini diperiksa karena perusahaannya merupakan pemasok tinta untuk Pemilu 2004.
(asy/)











































