Sebulan Status Awas Gunung Agung, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Sebulan Status Awas Gunung Agung, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Minggu, 22 Okt 2017 07:18 WIB
Sebulan Status Awas Gunung Agung, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Penampakan kawah Gunung Agung (Foto: Screenshot video dari BNPB)
Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum mencabut status awas dari Gunung Agung di Bali. Aktivitas vulkanik yang tetap tinggi belum menunjukkan tanda-tanda akan meletus.

"Sampai saat ini belum (dicabut status awas), masih awas," kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG Gede Suantika saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/10/2017).


Suantika menjelaskan, meski secara kasat mata aktivitas Gunung Agung tampak tenang. Namun perlahan pergerakan dinding kawah Gunung Agung terus bertambah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari pemantauan drone dan orang-orang yang nyelonong untuk mendaki, kita tahu tembusan dari atap dan dinding kawah sudah mulai bertambah. Memang dari segi visual tampak tenang," jelas Suantika.

Suantika menyatakan kondisi kegempaan masih terjadi secara fluktuatif di angka 500-600 per hari. Jumlah gempa dangkal yang mengindikasikan pergerakan magma mendekati permukaan berada di angka 300-350 kali per hari.

"Segi kegempaan fluktuatif naik-turun di angka 500-600. Hari ini pergerakan gempa berada di angka 300 dengan kedalaman 150, jadi gempa dangkal," tambahnya.


Kendati demikian, Suantika tetap meminta masyarakat untuk tetap bersabar berada di pengungsian dengan radius aman 12 km dari Gunung Agung. Tim pemantauan masih menunggu perkembangan selanjutnya dari data kawah.

"Untuk masyarakat yang masih suka nyelonong-nyelonong, biarkan tim pemantauan saja yang memantau. Tunggu perkembangan lebih lanjut, bila data kegempaan sudah menunjukkan tanda yang signifikan kita baru bisa memperkirakan penanganan erupsi selanjutnya," tutup Suantika.

Status awas Gunung Agung dimulai sejak 22 September 2017, terhitung sudah sebulan status awas itu belum dicabut. Pengungsi pun mulai bosan di pengungsian dan kembali ke kampung halaman, tetapi tentunya hal itu membahayakan. (adf/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads