DetikNews
Sabtu 21 Oktober 2017, 22:08 WIB

Ketua MPR: Pertandingan Jokowi dan Prabowo Berakhir di Atas Kuda

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Ketua MPR: Pertandingan Jokowi dan Prabowo Berakhir di Atas Kuda Presiden Jokowi ketika diundang ke kediaman Prabowo Subianto untuk berkuda (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan ada yang patut disyukuri dari 19 tahun demokrasi di Indonesia. Dia menyebut salah satu contoh nyatanya adalah akhir persaingan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

"Kita alhamdulillah tahun lalu pertandingan menegangkan antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi berakhir di atas kuda," ujar Zulkifli saat menjadi pembicara penutup dalam Conference on Indonesian Foreign (CIFP) 2017 di The Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (21/10/2017).

Zulkifli menyampaikan itu di hadapan Prabowo. Dia juga mengungkit pilkada serentak tahun lalu yang diadakan di hampir 70 kabupaten/kota dan menunjukkan keberhasilan demokrasi.

"Kemarin kita melaksanakan pilkada hampir 70 kabupaten/kota tidak ada yang meninggal dunia atau rumah yang terbakar. Termasuk yang terakhir kemarin, luar biasa Pilgub DKI Jakarta seperti akan membumihanguskan Indonesia. Alhamdulillah kemarin gubernur dilantik aman, nyaman, dan tidak ada masalah apa-apa," kata Zulkifli.

Namun, Ketua Umum PAN ini kemudian sedikit menyentil peristiwa dalam pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang ramai di pemberitaan.

"Yang ramai soal 'pribumi' saja. Lainnya tidak ada. Oleh karena itu kita bersyukur apa yang kita capai," kata Zulkifli.

Tak hanya soal demokrasi, Zulkifli juga mengingatkan soal nasionalisme yang belakangan justru jalan mundur. Dia mengatakan hal itu terjadi karena rakyat sekarang justru mempermasalahkan nilai-nilai yang sudah disepakati pendiri bangsa ini 72 tahun lalu seperti soal perbedaan suku bangsa dan agama.

Padahal menurutnya perbedaan itu telah dilebur ketika 4 konsensus ditetapkan sebagai landasan negara Indonesia.

"Padahal di Indonesia tidak ada jalan mundur, hanya ada jalan maju. Kalau mundur, negara kita hancur. Jalan maju adalah meluruskan nilai-nilai yang menjadi pegangan bangsa ini. Revitalisasi Pancasila dan nilai-nilai luhur yang kita sepakati bersama," pungkasnya.
(nif/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed