Polisi Minta Proyek LRT Perhatikan Dampak Amdal ke Lalu Lintas

Polisi Minta Proyek LRT Perhatikan Dampak Amdal ke Lalu Lintas

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 21 Okt 2017 15:45 WIB
Polisi Minta Proyek LRT Perhatikan Dampak Amdal ke Lalu Lintas
Foto: Polisi Cek Proyek LRT (Ist)
Jakarta - Proyek pembangunan LRT yang masih berjalan berdampak terhadap situasi arus lalu lintas di beberapa ruas jalan Ibu Kota. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya pun mengimbau pihak terkait memperhatikan amdal lalu lintas selama proses pengerjaan.

"Berkaitan dengan proyek LRT ini, amdal lalin sangat penting untuk diperhatikan, mengingat pengerjaan proyek ini berdampak terhadap kinerja lalu lintas," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra dalam keterangannya kepada detikcom, Sabtu (21/10/2017).

Polisi Minta Proyek LRT Perhatikan Dampak Amdal ke Lalu-LintasPolisi Cek Proyek LRT (Ist)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangunan LRT ini berdampak terhadap kemacetan lalu lintas yang dirasakan semakin parah akhir-akhir ini. Untuk mengetahui kondisi di lapangan, Halim sendiri menyempatkan diri mengunjungi proyek tersebut.

Dalam kunjungannya yang didampingi Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, Halim bertemu dengan manajemen proyek LRT. Kunjungannya ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan di lapangan serta memberikan sejumlah masukan.

"Ada beberapa masukan yang kami sampaikan, terutama masalah faktor keselamatan kerja yang harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai timbul korban, baik dari pekerja maupun pengendara, karena nanti ada eksesnya berkaitan dengan pertanggungjawaban hukum," paparnya.

Polisi Minta Proyek LRT Perhatikan Dampak Amdal ke Lalu-LintasPolisi Cek Proyek LRT (Ist)


Halim meminta pihak proyek berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kegiatan proyek, misalnya dalam upaya mengangkut material proyek. Jadi polisi bisa mengambil langkah-langkah untuk rekayasa lalu lintas.

"Kemudian harus ada SOP dalam penanganan kontingensi," imbuhnya.




"Dengan kunjungan ini diharapkan manajemen proyek LRT dapat memperhatikan seluruh proses kegiatan pembangunan yang berdampak pada kamseltibcar lantas menjadi prioritas pertimbangan utama, karena akan berdampak kepada masalah lalu lintas dan angkutan jalan, serta konsekuensi masalah-masalah hukum," lanjutnya.

Proyek LRT dengan total panjang 82,93 km ini melayani 6 line LRT Jabodebek, yakni Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, Cawang-Bekasi Timur, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, Cibubur-Bogor, dan Palmerah-Grogol.

Intensitas pengerjaan proyek cukup tinggi, sehingga hal ini juga berdampak terhadap kinerja lalu lintas. Belum lagi keluar-masuknya logistik dan peralatan ke lokasi proyek, sehingga polisi menilai perlu menempatkan personel di titik-titik tersebut. Proyek ini telah dimulai sejak September 2015. Proyek ini diperkirakan selesai pada Juli 2018. (mei/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini