"Nggak. Karena blangko sudah kita sebar ke semua daerah 7,8 juta. Kami memang menyimpan 1 juta (blangko) di pusat. Kita manfaatkan kalau ada event-event nasional, acara untuk buka stan," ujar Tjahjo kepada wartawan di Gedung Joang, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/10/17).
"Itu inisiatif kami bahwa ternyata kalau mengandalkan daerah baik dari masalah SDA dan lain-lain. Sehingga setiap event kami akan buka loket ya di acara apa saja yang memang menggunakan blangko dari pusat,"ujar Tjahjo.
Syaratnya minimal warga bisa menunjukkan surat domisili yang ada. Bahkan hari ini tim kecil Kemendagri berangkat ke Mekah dan Madinah untuk membantu para TKI agar mendapatkan e-KTP. Sehingga bisa menggunakan hak pilihnya saat pilkada maupun pilpres.
"Itu bentuk kami terus jemput bola. Termasuk Sabtu-Minggu kita juga buat instruksi untuk buka," kata Tjahjo.
Hal itu dilakukan agar, pada akhir tahun, permasalahan e-KTP bisa selesai. Dia berharap masalah e-KTP dapat selesai tahun ini.
"Sulit ya sudah kita instruksikan jemput bola, ternyata dari 500 sekian daerah masih 20 persen yang mau door to door. Malam pakai motor ke RT/RW," lanjut dia.
Untuk di daerah luar DKI, Tjahjo mengatakan blangko sudah dikirim. Namun lagi-lagi sumber daya manusialah yang menyebabkan keterlambatan.
"Blangkonya jujur ada semua kita kirim. Tapi sumber daya manusia di bawah kadang repot juga. Kami juga memberi sanksi dukcapil daerah tidak mau proaktif kita pecat," tegas dia. (rvk/rvk)











































