SMART BANNER
CLOSE AD
MEGA BILLBOARD
320x480

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BILLBOARD
320x150

ADVERTISEMENT

Politik Luar Negeri 3 Tahun Jokowi, Dino: Prioritaskan ASEAN

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Sabtu, 21 Okt 2017 14:42 WIB
Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal di Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2017. (Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai, selama 3 tahun kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), politik luar negeri Indonesia fokus pada ASEAN. Dia menilai hal ini sebagai sinyal baik.

"Kepemimpinan Indonesia di ASEAN itu juga melipatgandakan relevansi diplomatik Indonesia di panggung internasional. Jadi kita semua terus berharap dan mendukung semua usaha Presiden Jokowi untuk menempatkan ASEAN sebagai prioritas dalam politik luar negeri kita," ungkap Dino di sela acara Conference on Indonesian Foreign Policy, di The Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (21/10/2017).



PARALLAX IN DETAIL
300x250

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dino menerangkan, di ASEAN, Indonesia paling bisa berperan. Selain itu, Indonesia diharapkan sebagai pemimpin di Asia Tenggara. Jadi, apa pun politik luar negerinya, ASEAN harus menjadi pijakan pertama.

"Jadi bukan di Amerika Latin, bukan di Timur Tengah, bukan di Asia Timur, tapi di Asia Tenggara, dan di ASEAN," ujarnya menekankan.

Dalam pemerintahan Jokowi juga, menurut Wakil Menteri Luar Negeri era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini, ada proses adaptasi yang dilakukan pemerintah. Pada tahun pertama pemerintahan Jokowi, ada penyesuaian dengan ASEAN.

"Pak Jokowi waktu itu baru masuk ke kancah ASEAN. Kalau saya lihat, tahun kedua dan tahun ketiga sudah lebih melaju di ASEAN dan FPCI menyambut baik hal tersebut," tuturnya.

Di ASEAN sendiri, Indonesia menghadapi tantangan di bidang politik dan keamanan. Berbeda dengan bidang ekonomi yang tantangannya lebih ringan.

"Tantangan ekonomi umumnya akur-akur saja. Sudah ada ASEAN Economic Community dan sebagainya. Tapi keamanan, seperti konflik di Marawi, Rohingya, Laut China Selatan, itu lebih susah cari penyelesaiannya," jelasnya.


(nif/rvk)

STATIC BANNER
300x250

ADVERTISEMENT

STATIC BANNER
300x250

ADVERTISEMENT

Berita Terkait

MMR
300x250

ADVERTISEMENT

STATIC BANNER
300x250

ADVERTISEMENT