"Kemarin sore dan tadi malam juga masih ada lagi (masyarakat mendatangi kantor PTPN VII Afdeling 1). Tindakan ini kita nilai sebagai bentuk spontanitas dari masyarakat atas tewasnya korban dan anggota masih menjaga untuk mengantisipasi keamanan," terang Kapolres Banyuasin AKBP Yudi Markus Pinem saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (21/10/2017).
Baca juga: Petani Karet Tewas Ditembak di Banyuasin |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Kantor Afdeling PTPN VII Dibakar (Ist) |
Ditambahkan Yudi, petugas tetap bersiaga di lokasi karena khawatir massa akan kembali. Bahkan, sekelompok masyarakat menurutnya masih tidak terima atas tewasnya korban yang diduga pelaku pencurian tandan buah sawit di perusahaan ini.
"Sekarang situasi sudah kondusif, tetapi tetap kita lakukan siaga anggota dari Polsek Betung. Tuntutannya seperti itu (karena tewasnya Zulkarnain), saya pastikan saat ini sudah kondusif dan siaga hanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, insiden penembakan yang menewaskan warga Desa Lubuk Karet, Kecamatan Betung terjadi pada Kamis (19/10) sekitar Pukul 19.30 WIB di Kawasan PTPN VII, pihak keluarga dan masyarakat sekitar mengklaim korban tewas ditembak saat mencari kodok untuk umpan memancing bersama rekannya Afis.
Sementara dari pihak kepolisian dan TNI yang tergabung dalam satgas pengamanan, telah merilis bahwa korban ditembak pada bagian paha dalam karena melakukan perlawanan saat ditangkap usai kepergok mencuri buah sawit. Korban kehabisan darah dan tewas sebelum sampai ke Rumah Sakit, sedangkan rekan korban berhasil kabur. (rvk/rvk)












































Foto: Kantor Afdeling PTPN VII Dibakar (Ist)