"Kita ingin mengembalikan tujuan daripada D8 itu, yaitu bagaimana mengembangkan ekonomi negara berkembang di negara islam ini. Tentu berkembang dengan kerja sama, tentu banyak tadi sambutan yang mengarah kritik ke Indonesia. Deklarasi Istanbul terfokus pengembangan ekonomi," jelas JK di sela kunjungan kerjanya di Istanbul, Turki, Jumat (20/10/2017).
JK merasa cukup puas terhadap gelaran KTT D-8 ke-9 ini. Menurutnya, hasil KTT telah mengembalikan ke semangat awal organisasi ini dibentuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menlu Retno LP Marsudi menyampaikan hal serupa. Terutama soal 14 rencana kerja yang benar-benar membahas soal ekonomi.
"Jadi bagaimana di plan of action itu kembali ke khittah kerja sama ekonomi. Oleh sebab itu, ada 14 plan of action antara lain misalnya fasilitasi perdagangan, penguatan kerja sama energi, kerja sama di bidang turisme, kemudian pertanian dan lain-lain," sebut Retno.
Baca juga: JK hingga Erdogan Hadiri KTT D-8 di Istanbul |
Seperti diketahui, D-8 dibentuk di era pemerintahan Presiden Soeharto. Negara yang tergabung dalam D-8 adalah Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Ada lagi dua negara di luar D-8 yang ikut hari ini yaitu Guenia dan Azerbaijan. (dkp/rna)











































