DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 19:57 WIB

Soal Keputusan Perppu Ormas di DPR, Menkum Berharap Tidak Voting

Hary Lukita Wardani - detikNews
Soal Keputusan Perppu Ormas di DPR, Menkum Berharap Tidak Voting Menkum HAM Yasonna Laoly (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pembahasan Perppu Ormas di DPR ditunda untuk lobi-lobi fraksi. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terbuka mendengar masukan dari tiap fraksi dan berharap Perppu Ormas diputuskan tidak dengan voting.

"Sudah. Jadi kita sudah sepakati tadi, nanti kan sama Pak Mendagri dengan seluruh poksi diminta waktu untuk lobi kembali karena ada beberapa catatan teman-teman fraksi," ujar Yasonna di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/10/2017).



Yasonna sudah mendapat masukan dari beberapa fraksi dari hasil rapat dengan ormas. Dia mengaku mencatat hal tersebut.

"Sudah kita lihat catatan itu, ada hal-hal yang mungkin menurut pandangan teman-teman dan beberapa masukan ormas yang datang. Misal, hukumannya berat banget (terhadap ormas yang dianggap bertentangan dengan ideologi negara) dan yang dihukum itu bukan hanya pengurus, semua anggota dan lainnya. Ada beberapa catatan," lanjut dia.



Yasonna menekankan catatan itu menjadi pertimbangan bagi pemerintah. Hanya, politikus PDIP itu menegaskan NKRI dan ideologi Pancasila sudah mutlak dan final.

"Tapi ada dulu semacam nota-nota catatan yang disepakati bersama. Itu yang perlu. Saya kira oke, pemerintah oke. Tapi satu catatan, sepanjang mengenai ideologi negara dan keutuhan negara, itu semua final, nggak ada urusan. Menerima Pancasila sebagai ideologi negara, partai-partai dan ormas-ormas harus itu," terang dia.



Yasonna menuturkan pemerintah terbuka mendengar pandangan tiap fraksi dan apa saja yang direvisi. Pemerintah pun ingin Perppu Ormas dibahas dengan musyawarah, bukan dengan voting.

"Jadi supaya enak, poin-poin itu kita dengar dulu. Kan ada fraksi minta, 'jamin nggak sesudah disahkan nanti, 10 tahun ke depan nggak jalan', itu yang kita nggak mau. Ya sudahlah, duduk saja, kita ini kan UU Pemilu yang begitu kerasnya bisa juga kita selesaikan dengan baik walaupun pada akhirnya voting. Tapi ini kita mau jangan voting," tutup dia.
(lkw/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed