DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 18:48 WIB

Wali Kota Tangerang Paparkan Program Kampung Iklim di Seoul

Mega Putra Ratya - detikNews
Wali Kota Tangerang Paparkan Program Kampung Iklim di Seoul Foto: Dok Pemkot Tangerang
Seoul - Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah menjadi pembicara di acara 2017 Seoul Mayors Forum on Climate Change. Dalam forum wali kota se-dunia itu, Arief memaparkan program Kampung Iklim di Tangerang.

Dalam keterangan tertulis dari Pemkot Tangerang, Jumat (20/10/2017), acara diselenggarakan oleh Internasional Council for Local Enviromental Initiatives (ICLEI), di Seoul, Korea Selatan, Kamis (19/10).

Pada acara yang diikuti oleh beberapa pemerintah kota dari 43 negara tersebut, Kota Tangerang bersama Bekasi dan Jakarta mewakili Indonesia.

Arief memaparkan beberapa program unggulan mengenai isu perubahan iklim dengan tema Tangerang Live Spirit and Works for Coloring Indonesia. Dikatakannya, program yang dilakukan Pemkot Tangerang untuk menghadapi perubahan iklim.

Di antaranya penghijauan yang meliputi program Tangerang Bersih, Tangerang Sehat, dan Pengelolaan Sampah. Kemudian penghematan energi dengan menggunakan transportasi massal yang nyaman dan aman.

Melalui pemantauan di Area Traffic Control System (ATCS) yang berada di Dinas Perhubungan, Pemkot melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai terjadinya kemacetan.

Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan Car Free Day setiap akhir pekan dan pembuatan jalur khusus sepeda. Tujuannya adalah agar polusi yang ditimbulkan dari asap kendaraan bisa berkurang.

Sementara untuk menjaga mutu kualitas udara yang berakibat pada perubahan iklim, kegiatan yang diterapkan adalah dengan melakukan uji emisi kendaraan secara rutin dan dipasangnya alat pengukur udara di beberapa lokasi.

Program ini sejalan dengan program Langit Biru yang diluncurkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Hasilnya, Pemkot Tangerang pernah mendapatkan penghargaan langit biru karena mampu menjaga kualitas udara dengan baik.

Program unggulan lainnya adalah dengan membentuk Kampung Iklim yang berisi pembuatan biopori, sumur resapan, dan penataan lingkungan seperti perbaikan jalan, penerangan jalan umum, pembuatan sistem drainase hingga perbaikan rumah layak huni.

Terakhir adalah untuk mengatasi terjadi perubahan iklim, disediakan layanan gawat darurat yakni call center 112. Layanan ini mencakup beberapa laporan yakni kriminal, kecelakaan, hingga kebutuhan ambulans.

"Seluruh program dan layanan ini sudah diterapkan oleh Pemkot Tangerang sejak 2013 dan manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Untuk mewujudkan semua ini, pemkot melibatkan peran warga karena kewaspadaan menjaga perubahan iklim dapat dilakukan oleh warga," ujar Arief.

Arief juga bertukar program dalam menyelesaikan masalah kota. Selain mengikuti forum diskusi, Arief juga melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Seoul dan menjadi bahan untuk pembangunan di Kota Tangerang ke depannya.

Sebagai informasi, ICLEI yang menjadi penyelenggara di forum ini, merupakan lembaga internasional yang beranggotakan 1.200 kota dari 84 negara di dunia. ICLEI berdiri pada 1990 dan merupakan lembaga internasional yang sangat konsen terhadap isu lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan di dunia.
(ega/nwy)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed