DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 18:44 WIB

Indikator Sebut Jokowi Nikmati Manuver Politik Panglima TNI

Yulida Medistiara - detikNews
Indikator Sebut Jokowi Nikmati Manuver Politik Panglima TNI Foto: Pool/Biro Pers Setpres
Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai loyalis Presiden Joko Widodo, meskipun telah banyak bermanuver politik. Jokowi disebutnya diam-diam menikmati manuver Gatot untuk mendulang suara di pilpres nanti.

"Pak Gatot itu loyalitasnya hanya ke Pak Jokowi. Meskipun sempat manuver ke sana-kemari, Pak Jokowi tak memecatnya sebagai Panglima TNI. Artinya, secara diam-diam Pak Jokowi menikmati manuver politik dari Panglima TNI," kata Burhanuddin di Warung Solo, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).


"Mungkin Pak Jokowi sadar manuver itu menambah suara Pak Jokowi 2019. Karena basis suara yang ditarik Gatot bukan dari basis yang sama yang dimiliki Pak Jokowi," imbuhnya.

Ia mengatakan Gatot memiliki basis suara dari pendukung kelompok militer dan muslim. Sedangkan Jokowi dinilai memiliki sedikit pendukung yang berbasis muslim.

"Jadi kalau hari ini untuk membaca 2019, Pak Jokowi dengan modal di bawah 50 persen dari survei elektoral belum aman. Apalagi kalau dicek pemilih ternyata pendukung Jokowi dari segmen pemilih muslim belum capai 50 persen," ucap Burhanuddin.

"Karena pemilih muslimnya masih 42 persen, padahal overall pemilih muslim 80 persen. Jadi PR-nya harus tingkatkan pemilih muslim," sambung dia.


Selain Gatot, ada nama-nama yang disebut sebagai loyalis Jokowi. Mereka adalah Puan Maharani, Budi Gunawan, Muhaimin Iskandar, dan Romahurmuziy. Akan tetapi elektabilitas mereka kecil.

Nama Tito Karnavian dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga dianggap sebagai loyalis Jokowi. Sri Mulyani pun dianggap sebagai loyalis Jokowi karena ia merelakan jabatannya sebagai salah satu petinggi di Bank Dunia untuk pulang membenahi ekonomi Tanah Air.

"Orang seperti Sri Mulyani juga loyal sekali dengan Pak Jokowi. Dia tegak lurus dengan Pak Jokowi. Dia meninggalkan jabatan penting di Bank Dunia, kalau Pak Jokowi yang meminta, mana mau dia," tutur Burhanuddin.
(yld/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed