Aksi perang batu antara mahasiswa dan anggota pasukan anti huru-hara dari Dalmas Polrestabes Makassar dan anggota Brimob Polda Sulsel mengakibatkan kemacetan parah di jalan Sultan Alauddin dan jalan lain di sekitar lokasi bentrokan. Polisi yang dilengkapi tameng ini beberapa kali menembakkan tembakan gas air mata ke arah mahasiswa.
Aksi bentrokan bermula saat polisi hendak membubarkan aksi kader HMI yang meminta Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono dan Kapolsek Tamalate dicopot karena tidak mau bersikap tegas pada polisi pelaku kekerasan pada mahasiswa dalam aksi massa HMI beberapa hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga personel polisi dilarikan ke RS Bhayangkara setelah terkena lemparan batu dari arah mahasiswa, yakni Bripda Harianto dan Bripda Rahman. Seorang anggota Brimob Polda lainnya belum diketahui identitasnya. Seorang mahasiswa yang diduga provokator dalam aksi bentrokan diamankan saat terjadi bentrokan.
Situasi jalan Sultan Alauddin dan jalan AP Pettarani saat ini berangsur lancar dari kedua arah. Puluhan aparat kepolisian masih berjaga-jaga di pertigaan jalan Alauddin dan jalan Pettarani. Polisi juga menyiagakan satu unit kendaraan Water Canon di posko Lantas jalan Pettarani.
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom |












































Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom