Operasi Mata Novel Ditunda 1 Bulan, KPK: Pemulihan Belum Rata

Operasi Mata Novel Ditunda 1 Bulan, KPK: Pemulihan Belum Rata

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Jumat, 20 Okt 2017 17:50 WIB
Operasi Mata Novel Ditunda 1 Bulan, KPK: Pemulihan Belum Rata
Novel Baswedan ketika ditelepon melalui video call oleh Dahnil (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Operasi mata kiri Novel Baswedan yang seharusnya dilakukan sekitar tanggal 20-21 Oktober 2017 ditunda. KPK mengatakan penundaan dilakukan 1 hingga 2 bulan ke depan.

"Dokter mengatakan kemungkinan masih butuh waktu 1 sampai 2 bulan lagi untuk pelaksanaan operasi mata kiri," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (20/10/2017).

Febri menyebut belum ratanya pemulihan jaringan gusi yang sebelumnya dipasang di mata kiri menjadi penyebab penundaan. Hingga saatnya operasi dilaksanakan nanti, dokter akan melaksanakan terapi rutin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain pengecekan retina, dokter juga akan melakukan pengecekan glaukoma," tuturnya.

Sementara itu perkembangan mata kanan Novel menunjukkan perkembangan yang baik. Tetapi harus dipasang hard-lense untuk membantu penglihatan Novel agar lebih jelas.

"Meskipun pemasangan lensa ini membuat penglihatan lebih jelas, namun menurut dokter pemasangan ini tidak boleh dilakukan selamanya," ucap Febri.

Hal serupa juga diungkapkan oleh istri Novel, Rina Emilda. Emil yang masih mendampingi di Singapura ini mengungkap, kondisi mata kanan dan kesehatan Novel cukup baik.

"Kondisi (Novel) sehat. Mata kanan alhamdulillah pulih," ujar Emil yang dihubungi terpisah.

Novel Baswedan mengalami kerusakan di kedua matanya setelah diteror dengan cara disiram air keras pada 11 April 2017, sepulang salat subuh. Hingga lebih dari setengah tahun berlalu, pelaku teror itu belum diungkap polisi dengan tuntas.

Sebagai tindak lanjut, Polri dan KPK direncanakan membentuk tim untuk mempercepat pengusutan kasus ini. Namun faktanya, KPK tidak jadi bergabung dengan tim ini sebab tindak kriminal umum bukan ranah komisi antirasuah.

Di lain pihak, baik Novel maupun keluarganya berharap Presiden menginisiasi dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk pengusutan kasus ini. (nif/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads