"Nggak apa-apa, itu haknya Pak Prabowo," ujar Andreas saat dihubungi detikcom, Jumat (20/10/2017).
Jika maju kembali sebagai capres pada 2019, berarti Prabowo akan berhadapan dengan Jokowi untuk merebut takhta Presiden RI. Andreas mengatakan persaingan tersebut sudah dapat dipastikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andreas enggan berkomentar banyak mengenai apakah Prabowo sangat berambisi atau tidak. "Kalau itu tanyakan ke teman-teman Gerindra saja," imbuhnya.
Andreas Hugo Pareira. (Ari Saputra/detikcom) |
Seperti diketahui, Prabowo Subianto sudah dua kali gagal dalam pilpres. Namun ambisinya seolah tak pernah lekang oleh waktu.
Ambisi Prabowo yang tak pernah padam itu jelas sekali terdengar dari pidatonya dalam Konferensi Nasional dan Temu Kader Gerindra di SICC, Bogor, Rabu (18/10). Acara tersebut sebenarnya tertutup, namun akun resmi Gerindra mempublikasikan lengkap dengan pidato Prabowo yang jelas-jelas mengamini ambisinya tak pernah padam.
Baca juga: Ambisi Versus Kekuatan Prabowo Kini |
"Kalau sekarang dibilang Prabowo ambisi jadi presiden, kenapa tidak," kata Prabowo sebagaimana dikutip dari akun Facebook Gerindra, Kamis (19/10).
Bagi Prabowo, ambisi adalah hal yang baik. Baginya, negara perlu anak muda berambisi untuk terus maju. Tugas parpol, menurut Prabowo, adalah menciptakan sistem agar para calon pemimpin muda tak perlu main money politics.
"Ambisi itu perlu, negara dinamis butuh anak-anak muda yang punya ambisi. Kalau Anies-Sandi tidak punya ambisi, kita repot," ujar Prabowo. (lkw/elz)












































Andreas Hugo Pareira. (Ari Saputra/detikcom)