"Saya imbau kepada teman-teman yang berunjuk rasa, ayo sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan Kota Jakarta ini. Siapa lagi yang akan menjaga Jakarta kalau bukan warga Jakarta sendiri," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis kepada detikcom, Jumat (20/10/2017).
Baca juga: Melihat Lagi Nawacita di 3 Tahun Jokowi-JK |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Unjuk rasa adalah hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapatnya di muka umum, akan tetapi ada batasannya, sampai jam berapa berunjuk rasa," tutur Idham.
Mantan Kadensus 88 Polri ini juga mengimbau massa untuk tidak melakukan tindakan anarkis selama aksi berlangsung. Keamanan Jakarta merupakan tolok ukur keamanan di daerah lain.
"Saya berharap tidak ada tindakan anarkis, karena nanti dunia akan melihat Jakarta sebagai kota yang tidak aman, yang tentunya akan mempengaruhi kondisi perekonomian, tidak ada yang mau berinvestasi nanti," paparnya.
Polda Metro Jaya mengerahkan 11 ribu personel gabungan TNI-Polri. Personel disebar di titik aksi hingga di titik potensi kerawanan.
Jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 3.000 orang gabungan dari elemen buruh dan mahasiswa. Para peserta aksi membawa agenda tuntutan masing-masing dalam tema aksi mengkritisi 3 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. (mei/rvk)











































