"Menjaga stabilitas politik dan keamanan sehingga memberikan jalan ekonomi atau pelaku investor dalam pembangunan adalah upaya kita. Tapi kalau ada anggota yang malah nakal-nakal dan main-main sampai menyulitkan investor kita copot," kata Tito dalam pemaparannya di Seminar Sekolah Sespimti Polri ke 26, PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bantu semaksimal mungkin, jangan seperti di Sulawesi Utara, investor datang lalu dikerjain polisi cari-cari kesalahan imigrasi, ngeributin wilayah. Investor capek kabur lapor kalau iklim investasi di Indonesia enggak bagus," papar Tito.
"Masalah isu aseng ngga dikasih peluang lari dia ke luar negeri karena kita enggak welcome. Kita harus hilangkan isu itu agar iklim ekonomi baik dan dilirik investor," tambah Tito.
Tito mencontohkan kordinasi bersama antara TNI-Polri mampu menyelesaikan konflik Poso selama 19 tahun tak selesai.
"Betul agar kita menjaga agar tidak terjadi guncangan politik yang keras maupun sektor keamanan. Jangan harap investor akan masuk jika keamanan tak kunjung terjamin," tutup Tito. (adf/rvk)











































