AS Mulai Buka Embargo Bagi Militer Indonesia
Jumat, 27 Mei 2005 05:07 WIB
Jakarta - Militer Indonesia bisa sedikit lega, karena AS akan membuka secara bertahap embargonya. AS mulai membuka embargo bagi penjualan alat-alat militer yang tidak mematikan.Selanjutnya, embargo baru akan benar-benar dibuka, ketika pemerintah AS sudah merasa yakin tentang reformasi yang tengah di jalankan pihak Jakarta terkait pelaksanaan hak asasi manusia. Demikian salah satu poin penting pertemuan Presiden George W Bush dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seperti dikutip BBC News, Jumat (27/5/2005).AS menyebutkan akan mulai membuka penjualan peralatan militer yang tidak mematikan seperti mesin untuk transportasi dan perlengkapan komunikasi. Sementara itu, juru bicara Dephan AS Richard Boucher seperti dikutip AP menyebutkan, dalam waktu dekat, tahun ini, diputuskan untuk kembali memulai lagi program pelatihan dan pendidikan bagi militer Indonesia, serta penjualan beberapa item suku cadang peralatan militer. Salah satunya adalah, penjualan suku cadang pesawat Hercules C-130, yang terbukti sangat bermanfaat membantu penanganan keadaan darurat seperti pada saat bencana alam di Aceh pada Desember 2004 lalu."Presiden SBY juga menyatakan tentang program reformasi militer di Indonesia, dan saya percaya hal itu," ujar Bush.Presiden Bush kepada wartawan juga memuji Presiden SBY sebagai "orang yang penuh keteguhan hati" membawa Indonesia ke arah yang baik, setelah tahun lalu didera bencana tsunami. Bush juga menjanjikan dana bantuan kemanusiaan untuk korban tsunami di Aceh dan Sumut sebesar US$ 400 juta.Ada pun total bantuan AS untuk korban bencana tsunami di seluruh dunia yang merenggut 228 ribu jiwa itu mencapai US$ 857 juta. Bush juga mendorong adanya pembukaan hubungan militer dengan Indonesia setelah sempat terputus sejak 1992 lalu.
(san/)











































