"Tadi simbol untuk memberikan salut dan hormat ke senior saya ke Pak Menko, kita siap berkoordinasi," kata Sandiaga di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/10/2017).
Salam hormat itu dilakukan di depan kantor Luhut. Hal itu dilakukan Sandi tidak lama, sekitar 1 menit. Sandiaga mengaku tidak ingin pernyataannya terus diadu dengan Luhut. Ia ingin duduk bersama untuk membahas reklamasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga menyebut Luhut sebagai sosok pahlawan yang harus dihormati. Ia ingin tidak ada yang melakukan provokasi antara dirinya dan Luhut.
"Pak Luhut itu seorang pahlawan. Ya nggak usah kita terlalu digembor-gemborkan. Terlalu dipanas-panasin. Kita tetap dalam koridor masing-masing. Kita tetap Merah-Putih demi kemajuan bangsa," tuturnya. (fdu/rvk)










































