Gus Dur Pastikan Tak Hadiri Munas PKB Kubu Alwi
Kamis, 26 Mei 2005 21:31 WIB
Jakarta -
Gus Dur memastikan tidak akan menghadiri munas alim-ulama di Surabaya yang digelar oleh PKB kubu Alwi Shihab, karena dianggap acara tersebut tidak sah."Saya tidak akan datang, karena tidak ada mukernas yang sah di luar yang diselenggarakan DPP PKB hasil muktamar II Semarang. Mereka tidak berhak untuk mengadakan mukernas. Baik Alwi, Saifullah, apalagi Kofifah," kata Gus Dur dalam jumpa pers di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2005).Dalam kesempatan itu, Gus Dur juga mengumumkan pembekuan DPW Jawa Tengah yang dipimpin oleh Ketua Dewan Syuro KH Abdurrahman Chudlori dan Ketua Dewan Tanfidz KH Hanif Muslich dengan menunjuk caretaker Ir Erman Suparno.Menurut Gus Dur, dirinya mendatangi langsung kediaman KH Abdurrahman Chudlori di Magelang. "Namun yang bersangkutan tidak ada karena dipanggil oleh KH Abdullah Faqih," ujarnya.Gus Dur juga memberitahukan, Rabu (25/5/2005) kemarin, PTUN Jawa Timur telah mengeluarkan keputusan yakni: Pertama, DPP PKB yang sah di mata pengadilan adalah DPP yang di pimpin Gus Dur dan Muhaimin. Kedua, memerintahkan KPUD Banyuwangi agar mendaftar DPC yang dianggap sah oleh DPP PKB di Jawa Timur. Ketiga, memerintahkan kepada KPUD Banyuwangi agar calon yang diterima oleh KPUD Banyuwangi adalah calon yang ditetapkan oleh DPC Banyuwangi yang dipimpin oleh Ir Syamsul Hadi.Gus Dur juga membantah isu bahwa pemimpin PKB hanya akan menempatkan 20 persen orang NU. Menurutnya, komposisi kepengurusan DPP PKB sudah jelas yakni 50 persen dari unsur NU, 25 persen muslim non-NU, dan 25 persen nonmuslim."Kalau hanya bersandar pada NU, nggak dapat apa-apa kita. Akan kalah terus dalam pemilu," tegas Gus Dur.
(san/)










































