"Itu hak dia sebagai ketua umum dan ketua dewan pembina dari satu parpol yang perolehan pemilu tahun lalu itu ketiga ya," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/10/2017).
Fahri lalu menjelaskan soal 3 partai terbesar saat ini, yakni PDIP, Golkar, dan Gerindra. Menurut Fahri, ketiga partai itu punya kesempatan lebih besar mengusung capres.
"Sebenarnya PDIP, Golkar, dan Gerindra relatif sama peluangnya karena kemungkinan cuma memerlukan satu partai, PDIP yang paling mudah. Partai terkecil pun diambil dia maju, Golkar saya pikir seperti itu, Gerindra juga begitu," ucap Fahri.
Fahri menjelaskan, dengan aturan ambang batas capres di UU Pemilu sekarang, ada kemungkinan akan banyak calon yang maju dalam Pilpres 2019. Jika salah satu capres adalah Prabowo, Fahri setuju.
"Kalau Prabowo salah satunya sangat layak karena dia memiliki partai terbesar ketiga. Tentu kader Gerindra harus meresponsnya positif untuk mempersiapkan kemunculan Prabowo kembali," ungkap Fahri.
Baca juga: Ambisi Prabowo yang Tak Pernah Padam |
Prabowo mengutarakan niat menjadi presiden dalam forum tertutup saat acara temu kader Gerindra di Sentul, Rabu (18/10) kemarin. Menurut Fahri, seharusnya Prabowo tak usah malu-malu.
"Saya sendiri menganggap Prabowo harusnya mulai melakukan deklarasi secara terbuka karena waktu sudah tidak terlalu lama. Banyak orang lupa ya, pilpres tahun ini sama dengan pileg. Pilpres terjadi April. Karena itu, ini sudah tahun politik sebenarnya," pungkasnya. (gbr/jbr)











































