DetikNews
Kamis 19 Oktober 2017, 12:22 WIB

KPU: 13 Parpol yang Daftar Pemilu Tak Lengkap Dokumennya

Dwi Andayani, Dwi Andayani - detikNews
KPU: 13 Parpol yang Daftar Pemilu Tak Lengkap Dokumennya Komisioner KPU Evi Novida Ginting (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelesaikan pemeriksaan kelengkapan dokumen pendaftaran partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2019. KPU menyatakan ada 13 parpol yang dokumen persyaratannya tidak lengkap.

"Tiga belas (parpol) ini kan tidak lengkap ya, kemarin itu kita sudah selesaikan pemeriksaan," ujar Komisioner KPU Evi Novida Ginting di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakpus, Kamis (19/10/2017).

Evi mengatakan KPU akan segera memberi tahu soal status seluruh partai politik yang mendaftar pada 3-16 Oktober lalu. Partai yang dokumennya dinyatakan lengkap akan berlanjut ke proses penelitian administrasi.


"Selanjutnya tentu kami akan beritahukan terkait dengan status ke 27 (parpol), untuk lanjut ke penelitian administrasi dan yang tidak dilanjutkan pada penelitian administrasi. Jadi ini tentu akan kita beritahukan kepada masing-masing partai politik," kata Evi.

Evi mengatakan partai yang dokumen persyaratannya tidak lengkap tidak dapat berlanjut ke proses penelitian administrasi. Ia juga mengatakan proses ini hanya dapat dilakukan parpol yang dokumennya dinyatakan lengkap.

"Yang tidak lengkap tentu tidak bisa kita teliti administrasi. Kita kan akan meneliti administrasi, dalam tahapan administrasi ini yang kita lakukan mereka yang sudah kita nyatakan lengkap dalam tahap pendaftaran," kata Evi.


Dokumen parpol yang dinyatakan tidak lengkap akan dikembalikan ke parpol masing-masing. Evi mengatakan saat ini, dari ke-13 parpol, beberapa di antaranya telah membawa pulang kembali berkasnya.

"Sampai saat ini ada yang sudah membawa (berkas), ada yang (berkasnya) masih di kantor kita," ujar Evi.

Dilansir dari sistem informasi partai politik (sipol) KPU, 14 parpol yang dokumennya sudah diterima KPU adalah Partai Perindo, PSI, PDI Perjuangan, Hanura, NasDem, PAN, PKS, Gerindra, Golkar, PPP, Berkarya, Demokrat, PKB, dan Garuda.


Sedangkan 13 parpol yang ditolak adalah Partai Indonesia Kerja (Pika), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bhineka Indonesia, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Islam Damai dan Aman (Idaman), PNI Marhaenisme, Partai Pemersatu Bangsa (PPB), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Rakyat, Partai Reformasi, Partai Republik, Partai Republikan, serta Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo).
(/jbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed