"Saya katakan tadi, normalisasi secara sederhana sudah kita lakukan, termasuk pengerukan. Untuk pengembalian trase itu dibutuhkan pembebasan dan juga waktu relokasi warga," kata Kadis Tata Air Teguh Hendrawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (19/10/2017).
Teguh mengatakan alat-alat berat telah disiapkan dan yang mengeruk di beberapa lokasi rawan banjir. Pengerukan itu terus dikebut untuk mencegah banjir di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Teguh, pihaknya saat ini terus menginventarisasi lahan di bantaran Kali Ciliwung yang terkena dampak normalisasi. Ia mengatakan banyak warga yang mengeluh karena tidak bisa memanfaatkan lahan dan tidak bisa menjualnya.
"Kami akan terus berlanjut pemetaan untuk inventarisir akan jalan. Kan kasihan warga, program ini sudah bertahun-tahun. Warga yang di pinggir kali ini yang punya tanah walaupun ukurannya 5x5 (meter), 5x10 (meter), mereka itu menunggu, kasihan dijual nggak bisa, bangun nggak boleh. Karena peruntukannya jelas biru," tuturnya.
Pemprov DKI juga akan segera menginisiasi program 'Gerakan Bersih Jakarta'. Program tersebut akan mengajak warga peduli terhadap lingkungan sekitar.
"Nah, Gerakan Bersih Jakarta di rumahnya dulu, kemudian berkembang menyangkut masalah RT, RW, kelurahan, dan kecamatan. Jadi diharapkan masyarakat pedulilah terhadap lingkungan," terangnya. (fdu/idh)










































