Konferensi ini digelar pada hari Rabu (18/10/2017) dan berlangsung selama dua hari di Islamic Center NTB.
Konferensi bertema "Moderasi Islam Dimensi dan Orientasi" tersebut digelar di Islamic Center NTB pada hari Rabu (18/10). Agenda pembahasan di antaranya permasalahan fatwa keagamaan di era media sosial, serta dakwah kotemporer di era perkembangan teknologi informasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Zainul menjadikan apresiasi ini sebagai tantangan bagi NTB, dan juga Indonesia untuk meneruskan pengalaman membangun masyarakat yang moderat kepada umat Islam di dunia luar.
Foto: istimewa |
"Kalau ini kita di Indonesia dan NTB sebagai penerima dari Arab yang terkait dengan Islam, sekarang saatnya Indonesia dan NTB memberi pengalaman, bukan dalam konteks wacana, atau yang tertulis di buku, maupun yang dipidatokan, tapi dalam pengalaman nyata," ujarnya.
Ia menyampaikan, Indonesia pada umumnya, dan NTB pada khususnya mengemban amanah untuk menyampaikan pengalaman dalam membangun keharmonisan yang bisa ditiru umat Islam di tempat lain, khususnya di Timur Tengah. Meski mayoritas penduduk NTB beragama Islam, kata dia, namun toleransi antarumat beragama di wilayah ini berjalan dengan harmonis dan saling bahu-membahu dalam memajukan NTB.
Menurut pria yang juga akrab disapa Tuanku Guru Bajang (TGB) itu, rencananya Presiden RI Joko Widodo akan menutup konferensi pada hari Kamis (19/10) ini.
Foto: Istimewa |
Foto: istimewa |
(a2s/ash)












































Foto: istimewa
Foto: Istimewa
Foto: istimewa