Beberapa partai politik yang akan mengusung Khofifah seperti Demokrat, Golkar, akan menyerahkan beberapa nama bacawagub. Sedangkan Khofifah akan menyerahkan nama bacawagub ke tim 17 dari para kiai yang dipimpin KH Sholahudin Wahid-Gus Sholah.
Khofifah memberikan sinyal, akan mencari pendampinginya sebagai cawagub adalah dari figur santri yang nasionalis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, waktu terus berjalan dan sudah dua bulan lagi memasuki tahapan pendaftaran pencalonan di KPU.
"Ini tinggal dua bulan lagi. Jangan sampai nanti ketinggalan dengan yang lainnya," ujarnya.
Ia menambahkan, timses maupun Khofifah juga harus bisa membaca apa yang diinginkan para pemilihnya.
"Harus bisa membaca situasi pasar. Pemilih inginnya seperti apa, itu harus bisa dibaca,," tuturnya.
Jika memang Khofifah bersama timnya menginginkan cawagubnya dari figur santri nasionalis, maka harus segera diputuskan.
Ditanya, apakah ada kepala atau wakil kepala daerah di Jawa Timur yang masuk kategori santri nasionalis, Dhora mengatakan, ada beberapa seperti Bupati Trenggalek Emil Dardak.
Bahkan, nama Emil ini juga masuk radar Partai Demokrat dan Golkar sebagai bacawagub yang akan disandingkan dengan Khofifah.
"Demokrat harus berani memutuskan atau kalau mau menculik Emil untuk disandingkan dengan Khofifah," tandasnya. (roi/jor)











































