DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 20:25 WIB

Gerindra Bikin Sayap Purnawirawan, Prabowo: Pejuang Tak Ada Pensiun

Aditya Mardiastuti - detikNews
Gerindra Bikin Sayap Purnawirawan, Prabowo: Pejuang Tak Ada Pensiun Prabowo meninggalkan lokasi acara Temu Kader Partai Gerindra. (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Ketum Gerindra Prabowo Subianto memimpin Konferensi Nasional dan Temu Kader Gerindra di Sentul, Bogor. Dalam sambutannya, secara tersirat Prabowo menyinggung soal niatnya maju sebagai capres 2019.

Mulanya Prabowo menyinggung soal pembentukan sayap partai barunya, yaitu Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya. Prabowo kemudian menceritakan ajakannya kepada rekan-rekan sesama Akabri untuk bergabung ke parpol untuk mengabdi ke negara.

"Bagi seorang pejuang, tidak ada kata pensiun," kata Prabowo dalam pidatonya dikutip dari video Facebook Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (18/10/2017).

Prabowo menegaskan, dalam membela kepentingan negara, tak ada kata netral. Prabowo menyebut banyak rekannya yang tak mau berpolitik karena menganggap parpol itu kotor dan korup.

"Antara yang benar dan tidak benar, tidak ada netral-netralan. Antara Merah-Putih dan dijajah bangsa asing, tidak ada netral-netralan," tegasnya.

Prabowo mengaku mengajak siapa saja purnawirawan untuk bergabung dengan partainya. Dia menyebut, jika orang baik tidak berpolitik, parpol hanya diisi orang yang tidak baik.

"Politik itu kotor, parpol brengsek, ya sudah demokrasi membutuhkan parpol. Kalau semua orang baik tidak mau terjun ke kancah politik, yang berkuasa yang tidak baik," katanya.

Prabowo menambahkan saat ini banyak pihak yang menyebutnya ambisius maju menjadi capres. Dia pun tak menampik hal itu.

"Kalau sekarang dibilang Prabowo ambisi jadi presiden, kenapa tidak," ujarnya.

Ditengok dari video Facebook Gerindra, pernyataan Prabowo itu mengundang tepuk tangan riuh dari para kader yang hadir. Teriakan 'Prabowo presiden' kemudian menggema di dalam ruangan tersebut.

Prabowo kemudian mengayunkan tangannya sebagai tanda agar hadirin tenang. Dia kemudian menerangkan pentingnya ambisi untuk memimpin Indonesia menjadi lebih baik.

"Maksud saya ambisi itu baik, anak muda harus punya ambisi. Kalau tidak ambisi, kau di rumah saja, nggak usah selesaikan SMP, mau jadi apa? Nggak mau maju, nggak mau sekolah? Ada manusia itu. Jawa Barat 'rumah angke wae, rumah juragan saya'," katanya.

"Ambisi itu perlu, negara dinamis, bangsa yang dinamis butuh anak-anak muda ambisi untuk maju, anak-anak muda yang ambisi untuk bekerja. Kalau Anies-Sandi tidak punya ambisi, kita repot," sambungnya.
(ams/nvl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed