"Saya bawa LP (laporan polisi) saya ke Apartemen Rajawali. Saya minta kepada pengelola apartemen untuk membuka rekaman CCTV di Apartemen Rajawali buat melihat si pelaku," ujar Heri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/10/2017).
Apartemen Rajawali, Kemayoran, adalah lokasi tempat pelaku dijemput Heri. Dari rekaman CCTV itu, Heri mendapatkan gambaran ciri-ciri pelaku yang berkacamata, mengenakan baju rapi, dan membawa tas ransel di punggung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampakan pelaku yang mencuri mobil taksi online. (Mei/detikcom) |
Dari rekaman CCTV itu, tampak pelaku turun dari motor. Pelaku lalu berjalan kaki ke arah lobi apartemen.
"Rekaman CCTV sudah saya kasih ke anggota Jatanras. Mudah-mudahan pelaku segera tertangkap," katanya.
Pelaku, yang mengaku bernama Latif Ibrahim, memesan taksi online melalui aplikasi dengan lokasi penjemputan di Apartemen Rajawali, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 29 September 2017. Pelaku minta diantarkan ke RS Pertamina, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Setelah diajak berputar-putar, Heri terakhir diminta mengantar pelaku ke Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Di sana, pelaku meminta Heri menyerahkan sepucuk surat--yang di dalamnya ternyata tulisan nomor ponsel pelaku--kepada 'bude' pelaku.
Saat Heri berjalan menuju rumah yang ditunjuk pelaku, pelaku ternyata melarikan diri. Selain membawa mobilnya, yakni Toyota Avanza, pelaku membawa uang korban sebesar Rp 150 ribu plus ponsel yang dipakai untuk aplikasi taksi online.
"STNK juga dibawa sama pelaku," ucapnya.
Heri sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Menteng, Jakarta Pusat. Heri berharap mobilnya yang merupakan sumber mata pencariannya itu segera ditemukan.
"Sementara ini saya jadi driver taksi online. Sebelumnya saya bekerja di perusahaan garmen. Istri saya marah setelah tahu mobil hilang, karena itu mobil baru beli 2016, masih nyicil," tambahnya.
Heri juga mengaku trauma dengan kejadian itu. Ia pun memutuskan berhenti menjadi driver taksi online.
"Saya nggak mau lagi. Lebih besar risikonya daripada yang didapat. Saya mau cari pekerjaan lain saja," tuturnya. (mei/rvk)












































Penampakan pelaku yang mencuri mobil taksi online. (Mei/detikcom)