DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 18:45 WIB

Polisi Mediasi Ormas yang Tolak Sekolah di Pasar Kemis Tangerang

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Mediasi Ormas yang Tolak Sekolah di Pasar Kemis Tangerang Kapolresta Tangerang Kabupaten AKBP Sabibul Alif bertemu dengan pengurus ormas. (Foto: dok. Istimewa)
Tangerang - Seruan sebuah ormas di wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, untuk menolak pembangunan Sekolah Santa Laurensia menyebar di media sosial. Pihak Polresta Tangerang Kabupaten menegaskan bahwa ajakan itu hoax.

"Kami sudah melakukan audiensi dengan FBB. Pimpinan FBB Haji Wawing menyampaikan selebaran brosur atau banner ajakan itu hoax. Itu dibuat tanpa sepengetahuan yang bersangkutan," ujar Kapolresta Tangerang Kabupaten AKBP Sabibul Alif kepada detikcom, Rabu (18/10/2017).

Informasi dalam selebaran itu menyebutkan bahwa massa FBB akan melakukan istigasah di lahan pembangunan Sekolah Santa Laurensia yang terletak di kawasan Alam Sutera Sindang Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 20 Oktober mendatang. Istigasah itu dilakukan sebagai bentuk penolakan atas pembangunan sekolah tersebut.

Polisi Mediasi Ormas yang Tolak Sekolah di Pasar Kemis TangerangKapolresta Tangerang Kabupaten AKBP Sabibul Alif bertemu pengurus ormas. (Foto: dok. Istimewa)

Atas rencana itu, Kapolres telah mengimbau kepada pimpinan ormas untuk menggelar istigasah di tempat yang lebih baik. "Tidak boleh di lahan orang, karena itu bukan tempat umum. Kalau mau di tempat umum, misalnya di kantor kecamatan atau di masjid lebih bagus lagi untuk memakmurkan masjid," tuturnya.

Adapun soal keberatan massa atas rencana pembangunan sekolah itu, Kapolres menyampaikan agar hal tersebut disalurkan ke jalur yang sudah ditentukan. "Negara kita adalah negara hukum. Sebagai sesama warga negara, tentu sama-sama memiliki hak dan kewajiban. Sampaikan aspirasi melalui jalur damai dan jalur hukum," lanjutnya.

Terkait rencana pembangunan sekolah tersebut, Sabilul mengatakan Bupati Tangerang akan menggelar pertemuan khusus dengan tokoh-tokoh di kantornya pada Kamis (19/10) besok. Permasalahan izin pembangunan hingga situasi yang berkembang akan dikomunikasikan dalam pertemuan besok itu.

Dalam pertemuan dengan Kapolres, pimpinan FBB menyatakan akan mengkaji ulang soal istigasah tersebut. "Rencana itu akan kami musyawarahkan kembali karena lokasinya bukan lokasi umum. Itu lahan milik orang lain," ujar Wawing.
(mei/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed