DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 16:51 WIB

Sindikat Pengedar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Dibongkar

Denita BR Matondang - detikNews
Sindikat Pengedar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu Dibongkar Rilis sindikat uang palsu yang dibongkar polisi. (Denita BR Matondang/detikcom)
Jakarta - Polisi membongkar sindikat pengedar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Ada 6 orang yang ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Tiga bulan, kami menyelidik mendalam. Kami mulai dari penangkapan 2 orang di Jatiwangi, Majalengka, S dan M, mereka pengedar uang palsu," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Brigjen Agung Setya saat jumpa pers di Bareskrim Polri, gedung Bareskrim, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).

Keduanya ditangkap pada 9 Oktober 2017. Dari tangan keduanya, polisi menemukan ratusan lembar uang palsu.

Sindikat Pengedar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu DibongkarRilis sindikat uang palsu yang dibongkar polisi. (Denita BR Matondang/detikcom)


"Ditemukan 193 lembar uang palsu. Kami sudah identifikasi palsu karena nomor serinya sama. Di tangan S ada 117 lembar uang palsu," ucap Agung.

Setelah itu, polisi mengembangkan penyidikan kasus tersebut dan menemukan pabrik pembuatan uang palsu itu di Bangkalan, Madura. Dari lokasi pabrik, polisi menangkap 3 orang, yaitu RS, GK alias I, dan T.

Polisi menyebut RS adalah istri I, yang merupakan otak praktik haram tersebut. RS ditangkap di rumahnya di Jalan Jayawijaya, Kabupaten Bangkalan, Madura.

I, yang mengetahui istrinya ditangkap, sempat kabur ke gua di tengah hutan Taman Baluran, Jawa Timur. Dia bersembunyi di hutan atas petunjuk dukun, tetapi akhirnya tertangkap juga.

Setelah itu, polisi menangkap T, yang berperan membantu pembuatan uang palsu itu. Dari keterangan T, polisi mengetahui I mendapat modal dari AR sebesar Rp 120 juta untuk biaya produksi. Polisi pun bergerak menangkap AR di Cirebon.

Sindikat Pengedar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu DibongkarRilis sindikat uang palsu yang dibongkar polisi. (Denita BR Matondang/detikcom)


"Tersangka AR (ditangkap) di Stasiun Cirebon pada Senin, 16 Oktober 2017. Saudara AR yang kemudian membiayai dari proses pembuatan uang palsu Rp 120 juta sebagai modal untuk membiayai perlengkapan untuk kemudian memproduksi uang palsu dengan perjanjian dikembalikan 2 kali lipat setelah uang palsunya," kata Agung.

Agung menyebut keenam pelaku sudah beraksi sejak 2008. Uang palsu itu diedarkan ke 6 provinsi, yaitu Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Kalimantan Barat, dan Banten.

"Kalbar (Kalimantan Barat) 1 lembar Pontianak. Paling banyak DKI mulai Jakbar, Jakpus 24 lembar, Jaksel, Jaktim. Kita temukan 7 lembar Banten, Jawa Barat, Depok, Bogor, Bekasi, Jawa Tengah, cukup banyak ada di Bali 41 lembar. Akan kita kembangkan pembuatnya sudah ketangkap, pengedarnya akan menjadi target kita selanjutnya," ucap Agung.

Dari hasil penangkapan ini, polisi menyita uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 313 lembar; 1 telepon seluler (ponsel) merek Cross; 1 tas hitam; 1 unit komputer untuk mencetak uang palsu, seperti printer, alat oven, komputer, kertas, dan tinta; 1 truk printer; 2 mobil; serta 4 unit sepeda motor.

Keenam pelaku dijerat dengan Pasal 36 ayat 1 dan/atau ayat 3 dan/atau Pasal 37 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang juncto Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Penindakan ini merupakan kerja sama antara polisi dan Bank Indonesia.
(dhn/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed