DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 15:50 WIB

Emir Qatar dan Jokowi Bahas Kerja Sama Infrastruktur dan Turisme

Danu Damarjati - detikNews
Emir Qatar dan Jokowi Bahas Kerja Sama Infrastruktur dan Turisme Foto: Agus Soeparto/Setpres.
Bogor - Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thahari menemui Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Mereka membahas banyak isu, namun terkait kerja sama dengan Indonesia, mereka membahas kerja sama bidang proyek infrastruktur dan pariwisata.

"Indonesia merupakan bangsa yang baik dan kami telah membahas berbagai macam upaya untuk meningkatkan kerja sama, khususnya dalam peningkatan infrastruktur dan juga turisme," kata Syekh Tamim dalam jumpa pers bersama Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/10/2017).

Dia mengungkapkan akan ada satu tim kerja untuk menindaklanjuti kesepakatan-kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan hari ini. Dia berharap ada hasil yang positif dari kunjungan ini.


Ini adalah kunjungan balasan terkait kunjungan Jokowi ke Qatar pada dua tahun lalu. Sekaligus, ini merupakan ujung rangkaian kunjungan Syekh Tamim di Asia Tenggara. Dia telah berkunjung ke Malaysia dan Singapura. Setelah ke Indonesia, dia akan kembali ke Qatar.

Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi menyatakan fokus pembicaraan Jokowi dan Syekh Tamim adalah tentang ekonomi, yakni infrastruktur dan turisme.

"Untuk infrastruktur, Presiden menceritakan pembangunan infrastruktur Indonesia dan pembangunan apa saja yang diprioritaskan. Emir Qatar tertarik berinvestasi," kata dia.

Pihak Qatar meminta pendetilan proyek yang bisa diinvestasi olehnya. Misalnya pembangunan pelabuhan. Kemudian ada kerjasama dalam bidang pariwisata, yakni pengembangan 10 New Bali, yakni Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Pulau Seribu dan Kota Tua di Jakarta, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika di Lombok, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai di Maluku Utara.

Qatar juga telah berinvestasi di bidang energi. Saat ini, investasi Qatar ke Floating Storage Regasification. "Sudah mengarah ke share holder agreement. (Sebelumnya) Qatar banyak bermain di investasi dalam bentuk portofolio," kata Retno.
(dnu/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed