DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 15:35 WIB

Mobil Dicuri Penumpang, Bobot Driver Taksi Online Ini Turun 3 Kg

Mei Amelia R - detikNews
Mobil Dicuri Penumpang, Bobot Driver Taksi Online Ini Turun 3 Kg Foto: Heri melapor ke polisi setelah mobilnya dicuri oleh penumpangnya. Fotografer: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Heri Waluyo (44) tidak bisa tidur dan tidak enak makan gara-gara mobilnya dicuri penumpangnya. Driver taksi online ini didera stres hingga berat badannya merosot 3 kg.

"Saya sampai enggak bisa tidur, enggak bisa makan. Berat badan saya turun 3 Kilogram karena kepikiran terus," ujar Heri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Heri kemudian menceritakan pengalaman pahitnya yang dialaminya itu. Kejadian pencurian itu berawal saat dirinya yang sedang berada di depan RS Husada, Mangga Besar, Jakarta Barat, menerima orderan untuk menjemput penumpang di Apartemen Rajawali, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat 29 September 2017.

"Ada order masuk atas nama Latif Ibrahim ngakunya kalau di aplikasi. Terus saya ambil saja, dia penjemputannya di Apartemen Rajawali, Kemayoran ke RS Pertamina di Kebayoran," cerita Heri.

Setelah dijemput, Heri melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan. Selama perjalanan, Heri diajak ngobrol oleh pelaku. Pelaku menceritakan kalau mertuanya sakit dan hendak dioperasi untuk ketiga kalinya.

"Nah pas sampai RS Pertamina, berhenti. Tapi dia enggak masuk, katanya, 'jangan masuk nunggu telepon istri saya dulu'. Terus di situ dia minta tolong aplikasi dimatikan. Soalnya nunggu istrinya katanya," jelasnya.

Saat berhenti di RS Pertamina, Heri mendengar pelaku berbicara di telepon dengan seseorang yang diakuinya sebagai istri pelaku. Tidak lama kemudian, pelaku memintanya diantar ke Apartemen Puri Park View.

"Katanya mau beli obat yang buat kuman-kuman sebelum operasi biar mati. Dia turun sendiri nemuin dokternya di apartemen itu, saya disuruh jangan turun. Tapi enggak tahu ketemu apa nggak. Terus masuk lagi ke mobil, katanya 'udah nih udah tenang', obatnya dianter sama dokternya, jadi nggak perlu ke RS Pertamina lagi," kata Heri menirukan ucapan pelaku.

Tidak sampai di situ, Heri dimintanya untuk mengantar pelaku ke Menteng, Jakarta Pusat. Pengakuan pelaku, dirinya hendak menemui bude-nya di Menteng untuk meminta pertolongan mendonorkan darahnya bagi mertuanya.

Setibanya di kawasan Menteng, Heri diminta berhenti di sekitar Stasiun Gondangdia. Di situ, pelaku menunjukkan rumah 'bude-nya' yang berjarak sekitar 30 Km dari lokasinya berhenti.

Singkat cerita, pelaku menitipkan sebuah surat kepada Heri. Ia meminta Heri untuk mengantarkan surat itu kepada 'bude-nya' pelaku, dengan alasan pelaku takut bertemu dengan Pakde-nya.

"Jadi saya turun buat kasih surat itu. Sebelum saya nyari ke rumah budenya itu, saya baru sadar jangan-jangan saya ditipu. Saya kembali ke tempat semula, orangnya sudah nggak ada sama mobil saya juga nggak ada," paparnya.

Setelah kejadian itu, Heri melapor ke Polsek Menteng. Heri bahkan menelusuri jejak pelaku ke Apartemen Rajawali, tempat dirinya menjemput pelaku. "Saya ke Apartemen Rajawali, saya minta ditunjukkan CCTV itu. Ternyata orangnya masuk dari apartemen samping. Ini penampakan dia, bawa tas, baju rapi," ucap Heri sambil menunjukkan rekaman CCTV.

Hingga saat ini, mobil Heri belum ditemukan. Heri juga sudah datang ke Polda Metro Jaya meminta bantuan anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menangkap pelakunya.

"Tadi saya sudah ketemu sama bapak dari Jatanras. Mudah-mudahan bisa ketemu mobil saya. Itu mobil baru dicicil belum setahun, mana nggak bisa diklaim asuransi, istri saya juga marah-marah," tutur Heri yang sudah menjadi driver taksi online selama hampir setahun itu.
(mei/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed