Hal ini dikatakan oleh JK saat membuka acara World Plantation Comferences di Grand Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (18/17/2017).
JK mengatakan berdasarkan teori malthusian, perkembangan produksi tidak seimbang dengan perkembangan kebutuhan manusia. Menurutnya, hal itu harus segera diatasi mengingat tantangan di masa akan datang, jumlah penduduk dunia pada tahun 2050 akan mencapai 10 miliar orang.
"Maka berarti kebutuhan akan makanan dan juga hasil perkebunan akan meningkat kurang lebih 70 persen daripada kebutuhan manusia," kata JK.
Di sisi lain, masyarakat membutuhkan lahan untuk perumahan, industri. Padahal, untuk membutuhkan hasil pangan yang besar dibutuhkan lahan perkebunan yang besar. Tantangan lainnya adalah soal cuaca atau climate change.
"Tantangan semua itu merupakan tantangan bagi hasil perkebunan yang harus diatasi dengan satu satunya cara ialah teknologi. Tidak mungkin tanah bertambah," ucapnya.
Dikatakannya, teknologi bibit seperti padi, teknologi pertanahan, teknologi hemat air, teknologi biodiversity, bioteknologi dapat dihasilkan melalui riset. Tidak hanya itu, dibutuhkan kedisiplinan masyarakat untuk bercocok tanam sesuai waktu dan lahan yang cocok.
"Perekonomian kita juga tergantung dari hasil perkebunan. kalau harga komoditas jatuh maka akan menjadi masalah bagi bangsa ini," kata JK. (fiq/rvk)











































