DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 12:41 WIB

Tersangka OTT Dinas Pendidikan Sumsel akan Dikeluarkan dari Tahanan

Raja Adil Siregar - detikNews
Tersangka OTT Dinas Pendidikan Sumsel akan Dikeluarkan dari Tahanan Foto: Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara (Raja-detikcom)
Palembang - Masa tahanan tersangka kasus OTT di Dinas Pendidikan Sumsel sudah habis. Polisi akan mengeluarkan para tersangka tersebut, namun status tersangkanya tidak hilang.

OTT terkait pungli sertifikasi guru di Disdik Sumsel ini membuat 4 orang yang jadi tersangka. Mereka yang jadi tersangka yakni SY selaku Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Pendidikan (PTK), KS selaku Kasie PTK SMA, AS dan WD selaku Staff input data di Disdik.

"Saya dapat laporan untuk kasus pungli Disdik dalam P19 di Kejaksaan, penyidik dimintakan adanya saksi yang merasa memberikan uang dalam keadaan terpaksa, memberikan sogokan atau pungutan liar kepada panitia. Karena setelah ditangkap, ternyata yang memberikan ini dengan sukarela dan tidak terpaksa, jadi inilah yang berdasarkan petunjuk jaksa harus dicari saksi-saksinya (yang merasa dipaksa)," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di Ruang Catur Sakti Mapolda Sumsel, Palembang, Rabu (18/10/2017).




Atas petunjuk jaksa tersebut, polisi harus kembali mengebut penyidikan untuk menyelesaikan berkas perkara. Kapolda menjelaskan, masa tahanan untuk tersangka sudah habis sejak ditahan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel pada 20 Juli lalu.

"Inikan masa tahanan sudah habis, maka nanti tentu demi hukum dia (tersangka) harus keluar, tergantung nanti kemampuan penyidik untuk memenuhi petunjuk jaksa (untuk kelanjutan kasus. Tapi demi hukum nanti harus keluar (dari tahanan), bukan dibebaskan," sambungnya.

Dalam kasus ini, tersangka akan dikeluarkan dari tahanan dan dapat kembali bekerja di instansi masing-masing. Namun, untuk status tersangka masih tetap akan melekat sembari penyidik melengkapi berkas perkara yang diminta di Kejaksaan.

Sebagaimana diketahui, Dit Reskrimum Polda Sumsel di bawah pimpinan Kombes Pol Prasetijo melakukan OTT setelah mendapat laporan adanya pungutan liar dari masyarakat saat sertifikasi guru. Motifnya, jika tidak memberikan tip maka sertifikasi akan menjadi lama.
(rvk/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed