DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 12:21 WIB

Massa Buruh Ingin Sampaikan Hasil Survei UMP ke Anies-Sandi

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Massa Buruh Ingin Sampaikan Hasil Survei UMP ke Anies-Sandi Massa buruh di depan Balai Kota, Rabu (18/10/2017) (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) melakukan survei terkait upah minimum provinsi (UMP) DKI. Survei ini dibawa ke balai kota guna ditunjukkan kepada Gubernur baru Anies Baswedan.

Pantauan detikcom, di depan Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017), sekitar pukul 11.48 WIB, massa menuntut berbagai janji-janji Anies-Sandi saat kampanye. Salah satunya kenaikan UMP.

Ketua DPC KSBSI, Alson Naibaho mengatakan Gubernur Anies harus menetapkan UMP kembali ke Undang-undang 13 Tahun 2003. Menurut Alson saat kampanye Anies menjanjikan gaji UMP sebesar Rp 7 Juta.

"Kami KSBSI menuntut UMP 2017 yang baru ditetapkan Gubernur, menurut survei kami sebesar Rp 4.152.292. Gubernur harus kembali ke UU 13 Tahun 2003. Harus berdasarkan hasil survei, pasar tradisional maupun modern, yang jumlahnya jelas kami katakan," ujar Alson.



Berhubung Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tidak berada di balai kota. Maka para buruh tersebut akan diterima oleh staf balai kota.

"Siapkan 7 orang kita diterima, kita akan menyampaikan hasil survei kita," jelasnya.

Sementara itu, sekitar pukul 11.59 WIB tujuh perwakilan dari massa diperbolehkan masuk ke dalam balai kota. Kini massa di luar menunggu perwakilan keluar.

Kapala Pengamanan Objek balai kota, Kompol Subagyo mengatakan, sedikitnya 190 personel ditempatkan berjaga. Hal ini guna antisipasi dari pihak kepolisian.

"Sekitar 190 campuran Polda, Polres, Polsek. Antisipasi saja, kita antisipasi yang terbaik," ujarnya saat ditemui.
(cim/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed