DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 11:56 WIB

Praperadilan Pemilik 1 Kg Sabu, Polda Metro Sebut Penyidikan Sah

Yulida Medistiara - detikNews
Praperadilan Pemilik 1 Kg Sabu, Polda Metro Sebut Penyidikan Sah Gedung PN Jaksel (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Polda Metro menegaskan proses penyidikan terhadap pemilik 1 kg sabu, Herianto alias Aseng, sah secara hukum dan sesuai prosedur. Penangkapan Aseng disebut merupakan pengembangan atas tersangka lain atas nama Kurniawan Pudji alias Wawan.

Tim biro hukum Polda Metro Jaya menyampaikan jawaban atas gugatan praperadilan itu secara tertulis pada hakim tunggal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (17/10) kemarin. Dalam jawaban itu, tim biro hukum Polda Metro menjelaskan awal mula penangkapan Aseng.

Herianto ditangkap berdasarkan pengembangan penyidikan terhadap tersangka lain atas nama Wawan. Penangkapan itu berdasarkan pada surat tugas bulanan pada 1 Agustus 2017.

Kemudian, polisi menemukan barang bukti yaitu sabu seberat 2,96 gram; sabu seberat 2,06 gram; 7 plastik klip masing-masing berisi sabu seberat 2,5 gram, 1 buah plastik klip kosong, dan timbangan digital. Penyidik menyebut barang bukti itu adalah milik Herianto.

Herianto ditangkap di rumahnya di Perumahan Irigasi Baru, Bekasi Timur, pada 21 Agustus 2017. Polisi juga menemukan barang bukti berupa sabu 0,6 gram pada Herianto.

"Berdasarkan keterangan Kurniawan, selanjutnya anggota kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap pemohon di depan rumah pemohon perumahan Irigasi Baru, Bekasi Timur ditemukan alat bukti narkoba berupa sabu 0,6 gram," kata salah satu anggota tim biro hukum Polda Metro Jaya, Kombes Agus Rohmat, dalam jawabannya seperti dikutip, Rabu (18/10/2017).

Agus menjelaskan penyidik sempat meminta izin dengan mendatangi rumah Ketua RT setempat Nardi Wiyanto. Menurut Agus, penyidik sempat menunjukkan surat perintah tugas dan menjelaskan akan menggeledah rumah Herianto.

"Dalil pemohon yang menyatakan proses penangkapan, penggeledahan tidak sah karena penggeledahan tidak didampingi ketua RT dan tanpa surat perintah adalah tidak benar dan menyesatkan," ujarnya.

Selanjutnya penyidik melakukan pengembangan dan menggeledah Apartemen Grand Dhika City Bekasi Timur yang disewa Herianto. Sebelum menggeledah sebuah kamar di apartemen tersebut, Agus menyebut penyidik pun mendatangi kantor security dan bertemu Anton Tabah.

Penyidik juga sempat menunjukkan surat perintah tugas dan menyatakan ingin menggeledah kamar Herianto. Bahkan Agus menyebut Anton juga menjadi saksi dalam penggeledahan itu.

"Saat melakukan penggeledahan pada satu unit di Apartemen Grand Dhika Bekasi disaksikan Anton Tabah selaku security," kata Agus.

Kemudian dari penggeledahan itu ditemukan sejumlah barang bukti berupa sabu 1.044,7 gram, ekstasi berwarna biru putih 100 butir (30,40 gram), ekstasi berwarna biru putih 100 butir (30,38 gram), ekstasi berwarna hijau merah sebanyak 40 butir, 20 butir ekstasi berwarna cream, dan 1 plastik klip sabu sebesar 32,7 gram, 2 buah plastik warna hitam emas bekas bungkusan sabu, 3 pak plastik klip kosong, dan satu unit timbangan digital.

Agus mengaku penyidik telah menerbitkan surat penyitaan terhadap barang bukti yang ditemukan dan membuatkan berita acara penyitaan. Ada pula penetapan sita dari Pengadilan Negeri Bekasi pada 28 Agustus 2017 lalu sehingga hal itu dinilai sesuai prosedur.

Agus memastikan penyidik memiliki surat penangkapan pada 21 Agustus. Surat itu dibuat berdasarkan tiga alat bukti yakni keterangan saksi, surat dan persesuaian antara bukti berupa narkotika yang disita.

Agus menolak dalil permohonan pemohon yang menyebut sejumlah barang bukti dikuasai termohon. Penyidik juga membantah melakukan pemukulan ke Herianto.

Agus menyebut berkas materi pokok telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri Bekasi. Berkas tersebut dan tersangkanya juga telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut umum, dengan demikian sidang materi pokok akan segera dilakukan.

Sementara itu ditemui usai sidang pihak Polda Metro Jaya tidak mau memberikan keterangannya. Alasannya karena belum ada pembuktian.


(yld/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed