Paman John Albert Bantah Telah Berkhianat

Paman John Albert Bantah Telah Berkhianat

- detikNews
Kamis, 26 Mei 2005 13:42 WIB
Jakarta - Oktavianus Kaseh, paman korban penembakan Tramtib DKI Jakarta Abedhego Kaseh alias John Albert, membantah telah mengkhianati pemuda Timor. Pemukulan yang dilakukan teman-teman korban terhadapnya dinilai hanya bentuk kekecewaan."Mereka kecewa karena saat akan dimakamkan saya melarang jenazah almarhum diarak ke kantor walikota dan istana," ungkap Oktav yang juga Wakil Kepala Biro Pengawasan KPU kepada detikcom di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel, Jl. Ampera Raya, Jakarta, Kamis (26/5/2005).Hari ini PN Jaksel untuk pertama kalinya menggelar sidang kasus penembakan adik Hercules itu. Namun ketika sidang baru saja usai sekitar pukul 11.30 WIB, terjadi insiden pemukulan terhadap Oktavianus oleh puluhan pemuda. Oktavianus dianggap telah berkhianat karena tidak memberikan solidaritas yang tinggi atas tewasnya almarhum. Meski sempat mengelak, tak urung sebuah pukulan sempat mendarat di pipi kanan Oktavianus. Pukulan tersebut dilayangkan seorang pemuda berbaju merah yang ada di ruang sidang.Akibat rasa kecewa yang mendalam, tutur Oktavianus, maka timbulah dendam pada kelompok pemuda tersebut. "Arak-arakan itu saya larang karena bila itu terjadi mereka semua bisa jadi objek pemerasan atau berbuat yang tidak baik," ujar pria yang mengenakan setelan hitam-hitam itu.Diakui Oktav, dia sempat mengenali beberapa pemuda yang telah menyerangnya. Karena sebagian dari mereka masih satu kampung dengannya di Timor. Namun sebagian lagi dia mengaku hanya orang lain. "Itu orang-orang Timor, NTT dan termasuk anak buahnya Hercules," kata Oktav yang mengaku kedatangannya di PN Jaksel justru sebagai wujud solidaritas pada keponakannya yang telah meninggaldunia tersebut.Oktav juga membantah tuduhan yang mengatakan dia menerima uang sebesar Rp 2 miliar dari seseorang sehingga sikapnya melunak. "Dari mana uang itu," katanya dengan logat Timor yang kental. (/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads