DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 07:12 WIB

Buaya Berdarah Dingin, Para Pemancing Harap Waspada

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Buaya Berdarah Dingin, Para Pemancing Harap Waspada Foto: capture video amatir warga/rinto heksantoro
Jakarta - Fenomena buaya yang muncul di Kebumen, Jawa Tengah mengundang perhatian banyak pihak. Warga diminta untuk waspada dalam beraktivitas karena sifat alami buaya yang masih liar.

"Nggak susah kalau mau melihat buaya. Buaya itukan berdarah dingin, jadi butuh panas untuk mempercepat metabolisme. Kalau suhu turun, nggak banyak bergerak, kalau untuk meningkatkan suhu mereka butuh berjemur. Kalau berjemur mereka pasti naik kan, nanti kan kelihatan orang kalau misal di situ orang akan lihat," kata Peneliti LIPI Amir Hamidy kepada detikcom, Selasa (17/10/2017) malam.

[Gambas:Video 20detik]


Amir bisa memastikan buaya yang ada di Kebumen merupakan buaya muara. Ia menuturkan buaya muara banyak terdapat di seluruh wilayah Indonesia.

"Buaya muara kan ada di seluruh Indonesia ya, buaya itu habitatnya ada di wilayah-wilayah. Kalau dulunya mungkin banyak yang sudah banyak yang punah di kota-kota besarlah ya. Tapi sekarang yang masih eksis seperti di cagar alam Ujung Kulon," jelasnya.

Amir meminta pemerintah turun tangan bila nantinya diketahui bahwa sungai di Kebumen tersebut merupakan habitat dari buaya. Masyarakat juga diminta waspada karena insting buaya yang merupakan hewan liar.

"Tapi intinya itu insting satwa liar jangan dibayangkan kayak anjing dan kucing. Itu intinya masih sama kayak satwa liar ya. Jadi kalau lapar pasti dimakan. Aktifitas di situ harus dilihat, kalau ada yang mencuci, menyeberang, mancing ya harus hati-hati," paparnya.

Sebelumnya warga mengetahui keberadaan usai luapan air sungai Luk Ulo di Dusun Pagak, Desa Kedungwinangun, Kecamatan Klirong, pada Selasa (17/10) pagi. Warga terkejut karena usai hujan deras tersebut muncul buaya sepanjang lebih dari 5 meter.

Warga sempat berusaha menangkap buaya tersebut dengan alat seadanya. Namun karena kewalahan, buaya tersebut dapat kembali bebas ke sungai.
(fdu/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed