DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 03:49 WIB

Soroti Museum DPR, Anggota F-PD Usul Dibuat Patung Pimpinan Dewan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Soroti Museum DPR, Anggota F-PD Usul Dibuat Patung Pimpinan Dewan Putu Supadma Rudana di Museum DPR. (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom).
Jakarta - Anggota Komisi X, Putu Supadma Rudana menyoroti museum yang ada di DPR. Dianggap masih kurang lengkap, museum DPR diusulkan menambah koleksi termasuk patung-patung para pimpinan dewan sejak periode dulu hingga saat ini.

Menurut Putu, Museum DPR RI merupakan Museum bidang politik yang memperlihatkan perjalanan sebuah bangsa yang tidak terlepas bagaimana peran rakyat Indonesia dalam menentukan pemimpinnya dan perwakilannya. Dia sempat melakukan sidak dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia beberapa waktu lalu.

"Museum ini memperlihatkan peran, tugas dan fungsi DPR dan MPR yang mulia sejak awal berdirinya, perannya sangat besar salah satunya dalam mengukuhkan dan meneguhkan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 45," ujar Putu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/10/2017).

Pria yang juga merupakan Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) ini melihat masih banyaknya koleksi di Museum DPR yang kurang lengkap. Menurut Putu yang baru saja dipindahkan dari Komisi III ke Komisi X DPR, perlu ada peningkatan dan konsep yang lebih komprehensif di dalam mengelola dan menampilkan sejarah dan perjalanan DPR RI dalam Mengawal Demokrasi di Indonesia.

Soroti Museum DPR, Anggota F-PD Usul Dibuat Patung Pimpinan DewanPutu Rudana di Museum DPR. (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom).

"Ke depan saya berharap Museum DPR RI ini mempunyai ruang yang lebih luas dan representatif dan posisinya strategis guna memudahkan para pengunjung untuk menikmati koleksi dan narasinya, seperti museum kepresidenan di Istana Bogor," sebutnya.

Putu pun mengusulkan agar dibuat koleksi patung-patung para pimpinan DPR sejak masa periode pertama hingga saat ini. Untuk mendukung museum-museum di Indonesia, dia berjanji akan memperjuangkan dari sisi anggaran melalui Komisi X yang juga membidangi seni dan budaya tersebut.

"Ke depan bisa saja nanti kita membuat patung pimpinan DPR dari pertama hingga sekarang lalu digitalisasi foto-foto perkembangan DPR RI dan digitalisasi dokumen-dokumen awal terbentuknya DPR RI, agar masyarakat lebih mendapatkan informasi secara menyeluruh dan mengetahui secara lengkap," tutur Putu.

"Selama ini manajemen pengelolaan museum belum komprehensif, minim anggaran, dan lemah pengelolaan sumber daya manusianya. Kita akan tunggu dan lihat pada pembahasan anggaran 2018 nanti, saya sudah ajukan gagasan untuk meningkatkan peran museum dan memberikan dukungan anggaran program bagi museum-museum di Indonesia dalam perannya menggaungkan nilai-nilai luhur mulia peradaban dan kebudayaan Indonesia," imbuh anggota Fraksi Partai Demokrat ini.

Putu pun berharap agar Sapta Karsa dapat diwujudkan guna memuliakan permuseuman di Indonesia di tengah tantangan masalah anggaran. Sebab selama ini menurutnya, anggaran untuk museum yang tersedia hanya menjangkau revitalisasi fisik, tata letak, dan belum mampu memberikan peningkatan baik dalam manajemen yang baik ataupun marketing yang lebih terarah.

"Sapta Karsa merupakan tujuh keinginan segenap permuseuman Indonesia, dari aspirasi mewujudkan UU Permuseuman, Pembentukan Badan Museum, Pembentukan Lembaga Sertifikasi dan Akreditasi, Penganggaran yang lebih komprehensif, peningkatan dan pengaturan SDM yang lebih terkelola baik dan berjenjang, Kelembagaan Museum yang Lebih Strategis, serta Menghadirkan Kembali Gerakan Nasional Cinta Museum," papar Putu.

Soroti Museum DPR, Anggota F-PD Usul Dibuat Patung Pimpinan DewanPutu di Meseum DPR. (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom).

Anggota dewan Dapil Bali itu berharap agar pemerintah memperhatikan mengenai anggaran terhadap museum-museum yang ada di Indonesia. Selain itu juga, kata Putu, agar pemerintah memiliki visi besar atas politik kebudayaan dalam berbangsa dan bernegara agar Museum dapat menjadi rumah besar kebudayaan Nusantara.

"Kehadiran Museum itu penting karena kita dapat secara langsung melihat dan berinteraksi dengan mahakarya, artefak ataupun objek secara jelas untuk memahami makna sejarah dan keluhuran nilainya. Ini sangat berbeda dengan penelusuran melalui internet yang hanya menyajikan informasi latar belakang dalam bentuk penjelasan singkat dan gambar," urai dia.

Putu juga mengajak dan mengundang para pemuda agar datang langsung ke Museum, hadir secara langsung guna melihat secara langsung mahakarya-mahakarya mulia peninggalan masa lalu. Dalam momen Hari Museum Indonesia ketiga, dia memberikan penghargaan yang tinggi kepada para pengabdi, pejuang, pelestari, penggaung dan pengelola museum di Indonesia yang disebutnya selalu memuliakan sejarah, memuliakan warisan luhur bangsa dan memuliakan kemuliaan nusantara tanpa mengenal lelah.

"Selamat merayakannya di semua museum dengan berbagai kegiatan di museum masing-masing. Jaya terus permuseuman Indonesia," tutup Putu.
(elz/fdu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed