DetikNews
Rabu 18 Oktober 2017, 03:13 WIB

Polisi Tangkap 5 Pelaku Sindikat Prostitusi Di Lhokseumawe Aceh

Datuk Haris Molana - detikNews
Polisi Tangkap 5 Pelaku Sindikat Prostitusi Di Lhokseumawe Aceh Foto: Polisi rilis kasus prostitusi di Aceh. (Datuk Haris/detikcom).
Lhokseumawe - Personel Satreskrim Polres Lhokseumawe mengungkap kasus prostitusi yang melibatkan wanita muda di Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh. Petugas berhasil menangkap lima tersangka bersama barang bukti kondom serta uang tunai yang diduga hasil transaksi rumah bordir tersebut.

Kelimanya adalah CB (26) dan CL (33) sebagai mucikari warga Muara Dua. Wanita penghibur adalah AM (21) warga Banda Sakti sementara pria hidung belangnya adalah DA (30), warga Lapang dan KH (30) warga Muara Dua.

Pengungkapan mereka berawal dari informasi masyarakat bahwa di sebuah rumah di kawasan Kecamatan Muara Dua kerap dijadikan tempat perdagangan orang. Melalui informasi itu, personel yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu langsung melakukan penyelidikan dengan berpura-pura menyaru sebagai pelanggan.

"Kita melakukan penyelidikan. Kasat Reskrim turun langsung menyaru dengan berpura-pura sebagai pelanggan. Menelpon mucikarinya dan melakukan negosiasi harga hingga kemudian mengatur strategi penangkapan," kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, Selasa (17/10/2017).

Tim yang menyamar sepakat dengan mucikari untuk memesan dua orang wanita seharga Rp 1,1 juta untuk sekali kencan. Kemudian, Polisi yang menyamar menemui tersangka (mucikari) di sebuah rumah di Kecamatan Muara Dua, Selasa (17/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Di dalam rumah tersebut sudah ada dua orang wanita muda yang telah disediakan, termasuk ada dua kamar yang khusus dijadikan tempat persetubuhan.

"Tim di dalam sudah siap. Selanjutnya personel lainnya langsung melakukan penggerebekan. Berhasil menangkap dua mucikari, dua pria hidung belang dan satu wanita penghibur sementara satunya lagi berhasil kabur," sebut Hendri.

Barang bukti yang kita amankan satu HP, dua buah kondom, uang tunai Rp 800 ribu dan sebilah samurai. Mereka akan dikenakan UU No 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.
(elz/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed