Hal itu dikatakan KH Asep Saifuddin Chalim, salah satu ulama yang mengikuti rapat di Ponpes Tebuireng, Jombang. Menurut dia, 17 merupakan angka keramat bagi Indonesia, yakni hari kemerdekaan 17 Agustus.
"Tampaknya tidak Tim 9, tapi menjadi Tim 17. Sebagai bentuk ekspresi loyalitas kita, penghormatan dan penghargaan kita kepada Indonesia," kata KH Asep, yang merupakan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, kepada detikcom di kediaman pribadinya, Selasa (17/10/2017) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiai Asep memastikan, sampai saat ini Tim 17 belum ditetapkan. Menurut dia, tim tersebut beranggotakan para kiai dan bu nyai pengasuh ponpes besar di Jatim.
"Hanya Gus Sholah (Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid) yang sudah bisa dipastikan, saya sendiri belum," ujarnya.
KH Asep Saifuddin Chalim (Enggran Eko Budianto/detikcom) |
Kiai Asep menjelaskan, Tim 17 bakal melaksanakan beberapa tugas penting untuk pemenangan Khofifah di Pilgub Jatim 2018. Salah satunya menentukan beberapa kandidat yang akan menjadi bakal calon wakil gubernur mendampingi Khofifah.
"Tugasnya memilih beberapa nama yang memiliki kriteria. Dia (pasangan Khofifah) memiliki kapabilitas, kredibilitas, sekaligus bisa menjadi vote getter yang bisa menyempurnakan. Mungkin nanti kalau Bu Khofifah dipandang bisa menjadi vote getter di Tapal Kuda, kami juga akan berpikir mencari vote getter di Mataraman," terang Kiai Asep.
Selain itu, lanjut Kiai Asep, Tim 17 akan menjadi koordinator untuk mensosialisasikan nama Khofifah di seluruh wilayah Jatim. "Juga melakukan upaya-upaya getting vote di seluruh Jatim. Tim 17 insyaallah mewakili daerah-daerah, di mana di tempat-tempat tersebut kami akan lakukan koordinasi sehingga bisa menjangkau seluruh Jatim," imbuh dia.
Sebelumnya, bakal calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan nama pasangannya kepada para kiai Jatim. Perempuan yang saat ini menjabat Menteri Sosial itu menggelar rapat dengan para kiai Jatim di Ponpes Tebuireng, Minggu (15/10). Rapat yang sebelumnya disebut-sebut akan menentukan nama pasangan Khofifah itu ternyata hanya membahas strategi pemenangan dan rencana pembentukan Tim 9. (ugik/elz)












































KH Asep Saifuddin Chalim (Enggran Eko Budianto/detikcom)