Pilgub Jatim

Gus Ipul dan Khofifah Diminta Nonaktif dan Mundur dari NU

Rois Jajeli - detikNews
Selasa, 17 Okt 2017 18:41 WIB
Gus Ipul Vs Khofifah (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Surabaya - Dua tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa, maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur. Gus Ipul, yang menjadi salah satu Ketua PBNU, dan Khofifah sebagai Ketua Umum PP Muslimat, diminta nonaktif dan mundur dari kepengurusan di organisasi NU.

"Gus Ipul memang representasi dari mayoritas kiai-kiai di Jawa Timur dan itu ditandai dengan berbagai pertemuan yang puncaknya pertemuan 1.000 kiai di Pondok Pesantren Bumi Salawat, Lebo, Sidoarjo," kata Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Mutawakil Allallah kepada detikcom setelah menghadiri Lomba Dai/Daiyah 3000 Pondok Pesantren, yang digelar Polda Jatim di Masjid Al-Akbar, Surabaya, Selasa (17/10/2017).

"Tetapi kemudian ternyata Bu Khofifah tetap maju, ya silakanlah. Setiap warga negara memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses pilkada, baik pilkada kabupaten, kota, maupun provinsi," tuturnya.

KH Mutawakil menegaskan kedua figur dari tokoh NU itu harus nonaktif dari kepengurusan harian NU serta mundur dari jabatan ketua umum di lembaga atau badan otonom (banom) NU.

"Hanya kita harapkan, agar supaya baik Gus Ipul maupun Bu Khofifah mengikuti aturan AD/ART NU. Ketika Gus Ipul dan Bu Khofifah sudah resmi dicalonkan melalui KPU, lepaskanlah jabatannya," katanya.

Gus Ipul adalah salah satu ketua di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sedangkan Khofifah Indar Parawansa adalah Ketua Umum PP Muslimat NU.

"Bu Khofifah sebagai Ketua PP Muslimat harus mundur diri. Kalau Gus Ipul salah satu ketua, harus nonaktif," ujarnya.

AD/ART NU juga meminta kiai-kiai yang ingin menjadi tim sukses calon gubernur dan wakil gubernur juga cuti dari jabatannya dalam kepengurusan NU.

"Kami juga mempersilahkan semua pengurus NU untuk menentukan hak pilihnya. Atau mungkin akan menjadi tim suksesnya. Tapi harus cuti dari jabatan kepengurusannya," jelasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, ini juga memperingatkan kedua kandidat cagub tersebut mentaati aturan AD/ART NU.

"Jadi ikuti aturan sesuai aturan organisasi. Baik Gus Ipul maupun Khofifah, jangan menggunakan lembaga NU, karena itu nggak boleh," tandasnya. (roi/try)