DetikNews
Selasa 17 Oktober 2017, 15:25 WIB

Soal Pidato 'Pribumi' Anies, Wapres JK: Itu Konteksnya Sejarah

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Soal Pidato Pribumi Anies, Wapres JK: Itu Konteksnya Sejarah Foto: dok. Husain Abdullah/jubir Wapres
Jakarta - Pidato perdana Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta mencantumkan kata 'pribumi' dan menuai kontroversi. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai pidato Anies dalam konteks sejarah kolonialisme dan bukan terkait rasisme.

"Kita lihat konteksnya. Pidatonya bicara tentang kolonial, dalam jaman kolonial. Gini, konteksnya kan sejarah dia menceritakan. Jadi jangan hanya cut satu kata, dalam konteks apa dia bicara," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017).

Menurutnya, Anies berbicara dalam konteks kolonial. Karena itu, masyarakat diminta untuk bangkit dan tidak bersikap diskriminatif.

"Dia bicara dalam konteks sejarah. Kalian bisa dengan (dengar) ulang, pada zaman kolonial pribumi terpuruk sekarang jangan lagi harus maju," ucapnya.

"Jadi dia bicara konteks sejarah tidak bicara konteks diskriminatif. Dulu diskriminatif, sekarang jangan. Kalau kita mau balik dia punya perkataan kan," sambungnya.

[Gambas:Video 20detik]


Sebelumnya, Anies menjelaskan konteks pidato yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial itu. Anies menyebut apa yang dia sampaikan itu terkait dengan masa penjajahan.

Hal yang menjadi heboh di media sosial adalah bagian pernyataan Anies yang berbunyi "Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami".

Anies pun meluruskan konteks dalam pernyataan tersebut. "Itu pada konteks pada era penjajahan. Karena saya menulisnya juga pada zaman penjajahan dulu karena Jakarta itu kota yang paling merasakan," kata Anies.

Anies tak bicara apakah pidato itu ditulisnya sendiri atau ada tim yang mempersiapkan. "Pokoknya itu digunakan untuk menjelaskan era kolonial Belanda. Jadi anda baca teks itu bicara era kolonial Belanda, " jelas Anies lagi.
(fiq/jor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed